Kabupaten Waropen; Potret Masyarakat Pedalam yang Bermigrasi ke Pesisir

0
356

Waropen, Malanesianews,– Kabupaten Waropen merupakan sebuah kabupaten yang ada di Provinsi Papua, Indonesia. Ibukotanya terletak di Oudate. Kabupaten ini adalah hasil pemekaran dari Kabupaten Yapen Waropen pada tahun 2003 dengan payung hukum Undang-Undang Nomor 26 tahun 2002.

Secara historis, sebutan “Waropen” memiliki hubungan erat dengan kata “Oropong” yang konon pertama kali digunakan oleh Jacob Weyland (1705).

Sedangkan menurut penduduk asli, kata “Waropen” artinya “orang yang berasal dari pedalaman” dari Gunung Tonater di Wamusopedia. Hal ini dapat dibenarkan jika dihubungkan dengan mite-mite yang hidup dalam masyarakat hukum adat Waropen bahwa orang Waropen adalah orang yang bermigrasi ke Pantai akibat adanya air ampuhan.

Dikisahkan, bahwa orang Waropen terhanyut dari pedalaman ke Waropen Ambumi dan Roon di Kabupaten Nabire dan Manokwari di sebelah barat, dan Waropen Ronari di sebelah timur, sedangkan yang tersisa kemudian tinggal di pesisir Waropen Kai. Secara resmi orang Waropen dalam administrasi Pemerintahan mendiami daerah Kecamatan Waropen Atas, Masirei, dan Waropen Bawah.

David Held (1974) telah membagi wilayah Waropen menjadi 3 (tiga) wilayah hukum adat yang tercermin dalam penggunaan bahasa sehari-hari yang berbeda. Wilayah tersebut adalah Wilayah Waropen Ambumi, Waropen Kai dan Waropen Ronari.

Masyarakat Hukum Adat Waropen Ambumi terbagi dalam 2 (dua) kelompok, yaitu kelompok yang masuk ke Wilayah Kabupaten Nabire mendiami kampung-kampung Napan, Wenami, Masipawa, Makimi, Moor, Mambor dan Ambumi. Serta kelompok yang masuk Wilayah Kabupaten Manukwari mendiami kampung-kampung Yendeman, Saybes,War, kayob dan Menarbu.

Masyarakat Hukum Adat Waropen Kai adalah masyarakat yang mendiami kampung Semanui, Wapoga, Desawa, Waren. Sedangkan kampung Paradoi, Sanggei, Mambui dan Nubuai yang kini tergabung dalam satu pemukiman yang disebut Urei Faisei, Risei Sayati, Wonti, Bokaro, dan Koweda. Waropen inilah yang dikatakan sebagai orang Waropen Asli.

Masyarakat Hukum Adat Waropen Kai merupakan orang-orang yang mendiami kampung Barapasi, Sosora, Sorabi, Kerema, Tamakuri, Teba, Janke dan baitanisa, yaitu yang mendiami daerah pedalaman Waropen sebelah Timur sampai Pegunungan Van Ress.

Kampung-kampung di daerah pesisir Waropen pada umumnya dibangun di atas sungai daerah hutan bakau.  Ada pula yang dibangun di lidah pasir dan sungai muara.

Ada pula beberapa kampung yang sudah dibangun di tanah kering. Kampung-kampung yang didaratkan kebanyakan terdapat di daerah Waropen Atas.

Pada tahun 2021 populasi di Kabupaten ini sebanyak 36.200 jiwa.

Sedangkan dalam DPS Provinsi Papua tahun 2023 sebanyak 26.253 jiwa pilih, dengan rincian laki-laki 13.612 jiwa dan perempuan 12.641 jiwa pilih.

Dengan jumlah 11 distrik, penduduknya mayoritas beragama Kristen sebanyak 86,34%, dengan rincian Protestan 85,26%, Katolik 1,08%. Penduduk beragama Islam 13,65%.

Kabupaten dengan semboyan “Ndi Sowosio Ndi Korako” artinya “Bersatu untuk maju/ lebih baik” ini memiliki luas wilayah total 10.847,91 km.

(AIS)

HITUNG MUNDUR PEMILU 2024