5 Bahasa Daerah di Maluku ini Punah

0
235
Ilustrasi Rumah Adat Maluku (Detik News by Getty Images/Duncan1890)

Maluku, Malanesia News, – 5 dari 62 Bahasa Daerah di Wilayah Provinsi Maluku disebut sudah Punah, Bahkan sudah tidak ada lagi penuturnya.

Kepala Kantor Bahasa Maluku Sahril menyampaikan Bahwa 5 Bahasa daerah yang sudah tergolong Punah berasal dari Bahasa Kayeli dan Bahas Masareta dari Buru, Bahasa Lun dan Nila dari Maluku Tengah, serta Bahasa Piru dari Seram bagian Barat.

Selanjutnya, Sahir menjelaskan bahwa meskipun masih ada Warga Asli yang tinggal di Wilayah Kecamatan Teon Nila Sarua, Kabupaten Maluku Tengah, tetapi Bahasa NIla sudah tidak banyak digunakan.

Kepala Bahasa Sahril pun menjelaskan lebih lanjut bahwa terjadinya kehilangan Bahasa tersebut di akibatkan dari Masyarakat Nila yang berpencar ke berbagai Daerah dan kemudian mengadopsi Bahasa yang berasal dari tempat baru mereka tempati. Sehinga dari fenomena tersebut menjadikan penutur Bahasa nila terus berkurang.

“Sedangkan bahasa Kayeli dan Masareta memang tidak ada lagi penuturnya, tetapi kami sempat mendokumentasikan bahasa daerah dalam bentuk kamus kosakata,” kata Sahril.

Dia menjelaskan bahwa menurut Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) bahasa dengan jumlah penutur di bawah satu juta dikategorikan sudah punah. Kata Sahril jika berpacu dengan standar tersebut, maka bahasa-bahasa daerah di wilayah Provinsi Maluku yang penduduknya kurang dari dua juta sebagian besar bisa masuk kategori punah.

“Dianggap punah karena terbatas jumlah penutur. Bahasa Melayu Ambon saat ini mencapai satu juta penutur, hal ini menyebabkan bahasa daerah lainnya hampir punah,” katanya.

Bahasa Indonesia dan Melayu Ambon saat ini disebut lebih banyak digunakan dalam komunikasi sehari-hari masyarakat ketimbang bahasa-bahasa asli daerah Maluku.

“Di dalam keluarga sendiri orang bahasanya bercampur-campur, yakni bahasa Melayu Ambon dan bahasa daerah. Ini menjadi kendala, ancaman, mengapa bahasa daerah sulit berkembang dan lama kelamaan habis penutur dan punah bahasa,” katanya.

Selain itu, Kantor Bahasa Maluku berupaya menghidupkan Kembali Bahasa – Bahasa daerah di wilayah Maluku secara bertahap, Pada tahun 2022 lalu  Kantor Bahasa Maluku sudah berupaya merevitalisasi tiga Bahasa daerah yakni Bahasa kei dari Kabupaten Maluku Tenggara, Bahasa Buru dari Kabupaten Buru, dan Bahasa Yamdena dari Kabupaten Kepaulauan Tanimbar.

Dan upaya tersebut terus belanjut hingga sekarang 2023 dengan menambahkan Bahasa Seram dari Kabupaten Seram bagian timur dan Bahasa Tarangan dari Kabupaten Kepulauan Aru sebagai sasaran Program revilatisasi Bahasa Daerah Maluku

HITUNG MUNDUR PEMILU 2024