Sosiolog Universitas Cendrawasi sebut Sistem Noken Tidak Demokratis

0
353

Jayapura, Malanesianews,– Menurut Prof. Ave Lefaan, sosiolog Universitas Cendrawasi, pemilu dengan menggunakan sistem Noken sangat tidak demokratis.

Pemilihan Umum (Pemilu) dengan menggunakan sistem Noken bisa meniadakan unsur-unsur pemilu.

“Kenapa tidak demokratis, sebab tidak memenuhi prinsip-prinsip yang ada dalam sistem pemilihan umum. Serta prinsip dari Noken itu sendiri,” kata Ave.

Guru Besar Sosiologi Pedesaan tersebut mengatakan, secara prinsip Noken merupakan simbol budaya yang mengikat orang Papua.

Oleh sebab itu, tidak dapat dijadikan sistem sebagai penentu kompetisi terutama pada konteks politik.

“Apabila Noken dijadikan sistem pada demokrasi, maka unsur yang terkandung didalamnya akan hilang”, ungkanya.

“Karena sistem Nokon inikan ditentukan langsung oleh Kepala Suku, disitulah pemilu tidak demokratis karena hak pemilih ditentukan berdasarkan keputusan orang-orang tertentu,” sambung Ave.

Kata Ave, Noken bisa berpartisipasi dalam demokrasi, tetapi bukan sebagai sistem, namun hanya sebagai alat pengganti kotak suara.

“Karena Noken sebagai bagian dari eksistensi atau harga diri orang Papua. Namun apabila Noken dijadikan sistem pemilu, maka menghilangkan unsur dasar dari pesta demokrasi itu sendiri,” terang Ave.

Ave menambahkan, Noken merupakan visi budaya, sehingga tidak bisa dijadikan tolak ukur pemilu.

“Sebab prinsip dasar pemilu tidak terkandung didalam unsur-unsur yang ada pada Noken itu sendiri,” imbuhnya.

(AIS)

HITUNG MUNDUR PEMILU 2024

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here