Peduli Budaya Indonesia, Ganjar Pranowo Disematkan Tanjuk Melayu Oleh Kesultanan Palembang Darussalam

0
181

Jakarta, Malanesianews, – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo disematkan tanjuk melayu oleh sultan-sultan dari Kesultanan Palembang Darussalam karena kepeduliannya terhadap budaya Indonesia.

Penyematan Bakal Calon Presiden 2024 yang diusung PDIP tersebut berlangsung di Main Daning Hall, Wisma Atlet Jakabaring, Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Penyematan pakaian bangsawan Palembang dilakukan oleh Sultan Palembang Darussalam, Paduka Yang Mulia Sultan Mahmud Badaruddin IV Jayo Wikramo Raden Muhammad Fauwan Diraja dalam acara bertema “Silaturahmi dan Safari Budaya di Bumi Sriwijaya”.

Dengan disematkannya Ganjar Pranowo, merupakan simbol diterimanya sebagai salah satu keluarga bangsawan Kesultanan Palembang Darussalam.

Ada alasan dibalik penyematan tanjak melayu, yaitu karena Ganjar Pranowo peduli terhadap budaya Nusantara.

“Beliau care (peduli) dengan budaya. Bukan karena orang Jawa Tengah, tapi memang beliau care,” kata Yang Mulia Beby Sri Mardiana, Putri Sriwijaya selaku perwakilan Kesultanan Palembang Darussalam.

Menurut Baby, kepedulian Ganjar Pranowo terhadap budaya Nusantara terlihat melalui kebijakannya saat menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah.

“Kami beberapa kali diterima Pak Ganjar di Jawa Tengah. Terakhir raja yang mulia kerajaan Nusantara itu beliau fasilitasi untuk silaturahmi dan bersatu mengangkat adat budaya Nusantara di Candi Borobudur tahun lalu,” ungkap Beby.

Selain itu, kebijakan Ganjar Pranowo yang mewajibkan ASN Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengenakan baju adat Nusantara setiap Kamis di bulan keempat dinilai sangat bagus.

“Setiap bulan PNS itu bebas menggunakan baju adat apa saja dari mana dia asalnya. Kalau misalnya dari betawi, ya baju betawi. Bebas. Saya bilang, wah ini kayak karnaval, bagus sekali kepeduliannya,” imbuh Beby.

Ganjar Pranowo berterima kasih atas sambutan yang diberikan pihak Kesultanan Pelembang Darussalam.

Ia mengagumi kekuatan budaya kerajaan yang juga merupakan bagian dari kekayaan Indonesia.

“Kerajaan itu memiliki adat dan budaya yang sangat kuat. Tidak hanya produk-produk budaya keseniannya, tapi bagaimana perilakunya,” terang Ganjar Pranowo.

(AIS)

HITUNG MUNDUR PEMILU 2024