Festival Tokok Sagu di Jayapura: Masyarakat Bersatu Jaga Keberlanjutan Sumber Kehidupan Papua

0
218

Jayapura, Malanesianews,– Penjabat Wali Kota Jayapura, Frans Pakey, memulai Festival Tokok Sagu dengan penuh semangat di Kampung Skouw Yambe, Distrik Muara Tami. Acara yang dihadiri oleh peserta Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Port Numbay yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pariwisata dan Dinas Pertanian.

Dalam sambutannya, Frans Pakey menggarisbawahi peran sagu sebagai sumber kehidupan yang vital bagi masyarakat Papua dan wilayah timur Indonesia lainnya, seperti Maluku dan Palopo. Sagu memiliki nilai ekonomi dan keberlanjutan yang tak ternilai, serta berperan penting dalam berbagai olahan makanan tradisional. Namun, kondisi saat ini menunjukkan bahwa pohon sagu semakin terancam keberadaannya akibat dampak pembangunan yang terus berlangsung.

Pemerintah, baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, maupun masyarakat adat, perlu bersatu untuk menjaga dan melestarikan hutan sagu di wilayahnya masing-masing. Frans Pakey mengajak semua pihak untuk berpartisipasi dalam menanam kembali pohon sagu, sehingga generasi mendatang juga dapat menikmati keberadaannya. Dia menekankan pentingnya memulai langkah konkret saat ini agar sagu tidak hanya menjadi kenangan di masa depan.

Selain menjaga dan melestarikan hutan sagu, Pemerintah Kota Jayapura juga berkomitmen untuk mendukung dan mengembangkan makanan lokal lainnya. Festival Tokok Sagu di Kampung Skouw Yambe diharapkan dapat menjadi pendorong bagi masyarakat setempat dalam mempromosikan sagu dan produk lokal lainnya. Frans Pakey berjanji bahwa festival ini akan menjadi agenda tahunan yang diadakan oleh Pemerintah Kota Jayapura.

Tidak hanya penanaman pohon sagu, Festival Tokok Sagu juga menampilkan pameran kerajinan tangan dan tarian adat dari masyarakat setempat. Kuliner lokal yang kaya akan sagu juga menjadi daya tarik utama dalam festival ini, memperkenalkan kelezatan makanan khas Papua kepada pengunjung.

Festival Tokok Sagu bukan sekadar perayaan, tetapi juga sebuah upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya sagu dalam kehidupan sehari-hari dan menjaga kelestariannya. Harapannya, festival ini akan menginspirasi langkah-langkah nyata dalam menjaga lingkungan dan memberdayakan masyarakat untuk mengembangkan potensi sagu sebagai sumber kehidupan dan sumber ekonomi yang berkelanjutan bagi Papua dan wilayah sekitarnya.

(agengrdyndr)

HITUNG MUNDUR PEMILU 2024