Yayasan Berkat Lestari dan Kemendikbud Ristek Gelar Pertemuan Diseminasi POP di Kota Jayapura

0
268

Jayapura, Malanesianews, – Yayasan Berkat Lestari bersama Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menggelar pertemuan untuk membahas Diseminasi Program Organisasi Penggerak (POP) di Kota Jayapura, Jum’at (30/6/2023).

Direktur Yayasan Berkat Lestari, Dwi Utari Tamanbali mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian dari program organisasi penggurak.

“Dimana ini adalah kerjasama antara Yayasan Berkat Lestari bersama Kemendikbud Ristek. Kegiatan ini kita namakan Diseminasi program, dimana pada kesempatan ini kita laksanakan di 24 Sekolah Dasar di Kota Jayapura,” kata Dwi Utari Tamanbali.

Dia menjelaskan, dalam kegiatan ini pihaknya melakukan penilaian di awal program dengan instrumen Early Grade Reading Assessment (EGRA).

“ERGA itu instrumen penilaian kemampuan membaca siswa, ini kita gunakan diawal dan diakhir program untuk melihat perubahan kemampuan membaca siswa,” terangnya.

Tak hanya itu, kata Utari, secara umum ERGA dilakukan bagi siswa kelas 1, kelas 2 dan kelas 3 Sekolah Dasar.

“Jadi, siswa yang sama akan kita nilai juga kemampuannya diakhir program. Hasilnya, diawal waktu kita lakukan penilaian untuk kelas 2 itu dari 24 sekolah, 61 persen siswa belum lancar membaca,” jelasnya.

Meski begitu, menurut Utari, melalui pendampingan yang dilakukan, dengan metode literasi kelas awal, mampu menurunkan jumlah siswa tidak bisa membaca.

“Dari tidak bisa membaca yang semula 61 persen, hanya tersisa 45 persen di kelas 2,” ungkapnya.

Selain itu, kelas 3 dari 41 persen, menurun tersisah 26 persen yang tidak bisa baca.

Sementara yang bisa membaca dengan pemahaman, karena pihaknya tidak ingin hanya bisa membaca saja, tapi anak harus paham apa yang dibaca.

“Karena ini adalah keahlian untuk belajar, untuk mata pelajaran yang lain.”

“Kalau di kelas 2 yang awal hanya 8 persen yang bisa membaca fasih dengan pemahaman, kemudian meningkat menjadi 17 persen. Kalau kelas 3 dan 18 persen naik menjadi 27 persen,” sambungnya.

Sehingga, menurut Utari, sudah kelihatan bahwa pendampingan yang dilakukan mampu membuat perubahan signifikan.

“Sehingga ini menjadi hal penting yang harus dipertahankan, dan harus kita lanjutkan praktek-praktek baik ini. Untuk itu, pada pertemuan ini, kami sosialisasikan hasil ini kepada kepala sekolah, pengwas dan Dinas Pendidikan Kota Jayapura,” tandasnya.

(AIS)

HITUNG MUNDUR PEMILU 2024