Webinar Trend Pariwisata Maluku Tenggara, Yante Institute : Turis Wajib bebas dari risiko penularan COVID-19

0
151
Sekretaris Yante Institute I Gusti Devraj Farawowan (Kotak Hijau)

Jakarta,Malanesianews.com,-Masuk dalam zona hijau, Dinas Pariwisata (Dinpar) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara tengah mempersiapkan tren pariwisata di era new normal. Dengan primadona berupa wisata alam, tak ditampik bahwa higienitas jadi salah satu tantangan yang harus dijawab secara tuntas.

Webinar  yang di selenggarakan Badan Promosi Pariwisata Kabupaten Maluku Tenggara (BPPD Malra) ini bertajuk “Tren Pariwisata Maluku Tenggara pada Era New Normal”, Selasa, 2 Juni 2020 menghadirkan Bupati Maluku Tenggara Bpk. M Thaher Hanubun sebagai Keynot speech,  Dr. H. Rusmiati M. Si selaku Ketua umum DPP  ASITA  dengan narasumber Prof. Max Marcus Pattimana (Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku), Faruk Baadila ( Kordinator Wilayah Maluku, maluku utara, dan papua DPP ASITA , Andi Abdul Rahman Azis (Pelaku Industri) serta Moderator Nelly C bangun dari Dinas Pariwisata Maluku Tenggara.

Kegiatan ini bermaskud  menarik kembali para wisatawan pada masa Era New Normal” yang dimana untuk membangun kembali rasa kepercayaan  berwisata khususnya di Maluku pasti susah di dapatkan karena dari pandemic ini semua orang menjadi trauma dan takut untuk melakukan kontak langsung dengan orang lain dan juga melakukan perjalanan yang jauh.

“Pembukaan di era new normal ini tentu mengedepankan protokol kesehatan dan bakal secara resmi berlaku semisal semua pelaku wisata maupun warga memahami prosedurnya,” imbuh Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun di kesempatan yang sama.

Sementara itu dari DPP ASITA  menawarkan protokol terdiri dari 3 hal utama

“Secara umum, protokol ini akan mengadopsi tiga unsur utama, yakni cleanliness, healthy, dan safety,” tutur Faruk Baadila, Korwil Maluku, Maluku Utara, dan Papua DPP ASITA dalam webinar bertajuk “Tren Pariwisata Maluku Tenggara pada Era New Normal”, Selasa, 2 Juni 2020.

Andi Abdul Rahman Azis selaku pelaku industri wisata di Meluku Tenggara mengatakan, bersama rekan-rekannya, sekarang ia tengah melakukan promosi digital dan sedang menggarap aplikasi yang nantinya memuat datar hotel, restoran, dan serba-serbi wisata Malra.

“Masa new normal nantinya menyasar lebih ke wisatawan lokal yang diarahkan ke Kei Besar. Air terjun di sana bagus. Ada hampir puluan air terjun, pantai bagus, dan bawah laut juga bagus,” ucapnya.

Usai mengikuti kegiatan Webinar saat di temui Sekretaris Yante Institute (Yayasan Lentera Evav I Gusti Devraj Farawowan mengatakan di masa pendemi ini papa yang di tawarkan dari DPP ASITA patut di adopsi pemerintah daerah setempat.

” Menjaga Kebersihan dengan pembersihan secara rutin di tempat-tempat yang menunjang kegiatan wisata, mulai dari bandara, hotel, sampai destinasi itu sendiri ” Ujar Deva Panggilan akrab I Gusti Devraj Farawowan

Kemudian ia menambahkan agar tetap menjaga praktik ramah lingkungan dengan protokol kesehatan yang sudah ditentukan pemerinah.

“Kemudan factor keamanan Bagaimana pemerintah daerah dan pelaku parawisata harus memastikan turis dan warga lokal bebas dari risiko penularan COVID-19 Dan hal ini harus di sosialisasikan bahkan di simulasikan bagi masyarkat setempat khususnya masyarakat yang berada di daerah tujuan wisata ” tutur Deva Mahasiswa akhir jurusan pariwisata ini.