UEA Akan Kirimkan 20 Juta Stok Vaksin Covid 19 Ke Indonesia

0
61

Jakarta, Malanesianews, – Wakil Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, Indonesia akan mendapat 20 juta stok vaksin dari Uni Emirat Arab (UEA). Hal itu disampaikan Luhut dalam konferensi pers virtual, Jumat (18/9).

“20 juta udah dapat, enggak masalah,” kata Luhut.

Kendati demikian ia berupaya melobi Menteri Energi dan Industri Uni Emirat Arab Suhail Mohamed Faran Al Mazrouei, agar Indonesia mendapat tambahan 10 juta vaksin.

Ia optimistis Uni Emirat Arab akan menambah 10 juta vaksin untuk Indonesia karena hubungan baik kedua negara.

“Saya udah lapor Bapak Presiden mungkin kita last ressort Presiden (Joko Widodo) bisa saja bertelepon karena Mohammed bin Zayed (Pangeran Mahkota Abu Dhabi) teman baik beliau,” kata Luhut.

“Saya mau coba dulu kalau dengan level kami bisa tambah 10 juta jadi 30 juta, saya kira udah cukup,” lanjut Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi itu.

Sebelumnya Luhut mengatakan, akan berkomunikasi dengan Menteri Energi dan Industri Uni Emirat Arab Suhail Mohamed Faran Al Mazrouei pada hari Selasa (15/9).

“Saya mau bicara dengan Menteri Suhail untuk minta tambahan 20 juta (dosis) lagi untuk masuk sini,” katanya ketika memberikan sambutan Sarasehan Virtual 100 Ekonom.

Seperti diketahui, Indonesia menempuh dua jalur dalam mendapatkan vaksin Covid-19. Untuk jangka pendek, Indonesia bekerja sama dengan perusahaan medis asal Cina, Sinovac, dan G42 yang berpusat di Uni Emirat Arab.

Dalam pengembangan vaksin, G42 bekerja sama dengan perusahaan medis asal Cina, Sinopharm. Vaksin dari Sinovac kini tengah dilakukan uji klinis tahap ketiga di Bandung, Jawa Barat. Sedangkan vaksin dari G42 tengah menjalani uji klinis tahap ketiga di Uni Emirat Arab.

Adapun dalam rangka membangun ketahanan nasional, Indonesia mengembangkan vaksin merah putih yang programnya dijalankan oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman. Saat ini vaksin merah putih baru dalam tahap pengembangan awal dan belum dilakukan uji klinis.