Pembangunan Sudah Capai 76 Persen, Ibu Kota Baru Akan Punya Jembatan Terpanjang Kedua Di Indonesia

0
126

Jakarta, Malanesianews, –  Pemerintah terus memantau perkembangan infrastruktur pendukung di ibu kota baru, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Salah satu infrastruktur pendukung ibu kota negara baru yang paling krusial adalah Jembatan Pulau Balang yang merupakan salah satu bagian dari Master Plan Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mewujudkan jalur Trans Kalimantan.

Jembatan ini akan menghubungkan Balikpapan dengan Penajam Paser Utara melintasi Teluk Balikpapan. Jembatan yang terbentang sepanjang 804 meter dek utama dan 167 meter dek pendekat, digadang-gadang menjadi jembatan terpanjang kedua di Indonesia setelah Jembatan Suramadu yang juga dibangun oleh Hutama Karya.

Kepala Proyek Jembatan Pulau Balang, Dhono Nugroho, menyampaikan bahwa per April 2020, progres proyek ini telah mencapai 76.581 persen. “Dari segi fisik, pekerjaan tiang jembatan dapat dikatakan 95 persen selesai. Saat ini proses pekerjaan dek jembatan dengan metode Balance Cantilever,” ujarnya dalam siaran pers, di Jakarta, Senin (4/5).

Dhono pun menerangkan bahwa dalam proses pembangunannya, terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi. Pertama pengerjaan pondasi dan pembebasan lahan.

“Tantangan terbesar yang dialami adalah pada saat pekerjaan pondasi, kondisi seabed yang berupa batuan menyebabkan proses pemasangan casing jauh lebih lama dari yang diperkirakan. Dari aspek sosial, status lahan yang belum bebas juga cukup berdampak pada kelancaran pekerjaan di lapangan,” jelas Dhono.

Meski begitu, dia mengaku bahwa pihaknya telah bekerjasama yang baik dan koordinasi bersama para pemangku kepentingan dalam proyek sehingga permasalahan yang muncul pada akhirnya dapat diselesaikan. Tim proyek Jembatan Pulau Balang juga menggandeng sejumlah elemen lokal, baik perusahaan maupun tenaga kerja, dengan harapan memberikan dampak positif bagi area di sekitar proyek.

“Semoga dengan munculnya ikon baru yaitu jembatan pulau balang dapat meningkatkan perekonomian wilayah Gersik, Riko, PPU dan Tempadung, serta menjadi suatu monumen pengingat hasil keringat dan pengorbanan anak bangsa yang telah berusaha keras dalam mewujudkan monumen berteknologi tinggi ini,” ungkapnya.