Ketua IKA PMII Papua : Konfercab PMII Kota Jayapura Harus Mencetak Regenerasi Kepemimpinan

0
98
Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Alumni PMII (IKA PMII) H.Kumar,S.Ag,S.H,M.H (Kelima Dari Kiri) Foto Bersama Pengurus PMII Kota Jayapura Di Arena Konfercab (21/6/2022

Jayapura,Malanesianews, – Proses regenerasi kader di tubuh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Jayapura terus bergulir disetiap masa kepengurusan.

Momentum tersebut hendaklah menjadi evaluasi organisasi kader khususnya di PMII Kota Jayapura, agar nalar kritis mahasiswa terhadap persoalan bangsa dan khususnya Pembangunan di Kota Jayapura terus terbangun.

” Konfercab Pengurus Cabang PMIII Kota Jayapura ke XV di harapkan dapat mencetak regenerasi kepemimpinan ditingkat PC.PMII kota Jayapura “. Ujar Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Alumni PMII  (IKA PMII) Provinsi Papua H.Kumar,S.Ag,S.H,M.H

Iapun menambahkan bahwa kita harus persiapkan sumber daya manusia  kader PMII menuju Daerah Otonom Baru (DOB) di Provinsi Papua termasuk sudah harus mempersiapkan pemisahan Pengurus Koordinator Cabang  (PKC) PMII Provinsi Papua dan Papua Barat agar terpisah secara wilayah adminstrasi  untuk memperpendek rentang kendali konsolidasi PMII di Tanag Papua .

“ Sebuah harapan baru  bagaimana  PMII Kota Jayapura setelah kepemimpinan adinda Mahfud kepengurusan yang baru nanti Mampu merancang strategi gerakan kedepan untuk senantiasa bahu  membahu, jinjing menjingjing, pikul memikul setiap tanggung jawab organisasi “ Ujar H.Kumar yang keseharianya sebagai Pengacara/Advokat di Papua.

Lebih lanjut menurut H.Kumar Era digitalisasi menjadi tantangan tersendiri pada dunia aktifis kemahasiswaan khususnya dimana mahasiswa   di suguhkan tehnologi yg semakin mudah  sehingga mereka  berfikir tidak harus lagi bergabung di organisasi dunia digital sudah menyiapkan segalanya.

Konsolidasi eksternal membagun sinergi dengan Organisasi Kepemudaan  khususx Knpi , juga harus di galakkan.

Bahwa salah satu klompok cipayung adalah PMII yang melahirkan KNPI. PMII harus tetap eksis mendarma bhaktikan diri untuk mengawal dan mengadvokasi masyarakat yang lemah, dan tertindas.(MCS)