Gereja IKN Disiapkan Jadi Basilika Pertama Indonesia, Kardinal Suharyo Tinjau Lokasi

0
25
Jakarta, Malanesianews, — Pembangunan Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) mencatatkan pengerjaan fisik utama yang rampung dan kini memasuki penataan interior akhir. Kompleks peribadatan seluas 2,02 hektar tersebut disiapkan secara khusus untuk diusulkan ke Takhta Suci Vatikan agar memperoleh status Basilika Minor. Jika dekret resmi dari Vatikan diterbitkan, gereja ini akan mengukir sejarah sebagai basilika pertama yang berdiri di Tanah Air.
Prospek penunjukan status gelar kehormatan kepausan tersebut ditinjau langsung oleh Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo, saat meninjau lokasi penataan Kompleks Peribadatan IKN pada Selasa (20/10/2026). Pengajuan gelar Basilika Minor mendasarkan pada kelengkapan sarana peribadatan serta nilai keagamaan yang dihadirkan di jantung ibu kota baru. Berdiri berdampingan dengan Masjid Negara, Vihara, Pura, dan Gereja Protestan, tempat ibadah ini dirancang menjadi simbol kebinekaan serta persatuan umat beragama di Indonesia.
Dari segi arsitektur dan spesifikasi teknis, gereja empat lantai ini memiliki kapasitas daya tampung hingga 1.600 jemaat. Bangunan ini mengusung konsep inkulturasi budaya lokal Kalimantan dengan prinsip ramah lingkungan (Green Building). Fasilitas peribadatan juga diperkaya dengan penambahan lonceng digital dan salib khusus dari Belanda. Selain ruang peribadatan utama, kawasan gereja dilengkapi Wisma Uskup tiga lantai berkapasitas 43 kamar, Plaza Jalan Salib, Taman Doa, dan Goa Maria.
Secara tata kelola Gereja Katolik universal, status Basilika Minor diberikan langsung oleh Paus kepada bangunan gereja yang memiliki kelayakan spiritual, sejarah, dan keindahan arsitektur yang kuat. Setelah seluruh proses fisik dan penataan interior selesai di bawah koordinasi Kementerian Agama dan Otorita IKN, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) bersama Keuskupan Agung Samarinda akan menyampaikan permohonan penetapan resmi secara hierarkis kepada Takhta Suci.
Kehadiran Basilika Santo Fransiskus Xaverius diproyeksikan tidak hanya menjadi pusat pelayanan pastoral bagi para ASN, aparat, dan warga di IKN, tetapi juga sebagai destinasi peziarahan keagamaan baru. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ruang ibadah yang inklusif dan representatif di IKN. Integrasi antara kemegahan arsitektur, nilai spiritual, dan semangat toleransi di kawasan ini diharapkan memperkokoh fondasi keagamaan dan keharmonisan sosial bangsa di masa depan.