Berpotensi Besar dan Luas, Jokowi Sebut Wakaf Dapat Mengurangi Kemiskinan dan Ketimpangan Sosial di Indonesia

0
470

Jakarta, Malanesianews, – Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa potensi wakaf benda tidak bergerak maupun bergerak, termasuk wakaf uang di Indonesia sangatlah besar. Hal Tersebut berpotensi untuk mengurangi kemiskinan dan ketimpangan sosial di Indonesia.

Menurut Presiden Joko Widodo potensi itu harus dimanfaatkan dalam upaya untuk mengurangi ketimpangan sosial.

Hal itu disampaikannya dalam acara Peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang dan Peresmian Ekonomi Syariah pada Senin, 25 Januari 2021.

“Potensi wakaf di Indonesia sangat besar, baik wakaf benda tidak bergerak maupun benda bergerak, termasuk wakaf dalam bentuk uang,” ujar Jokowi dari laman Sekretariat Kabinet.

 Menurutnya, potensi aset wakaf per tahun mencapai Rp2.000 triliun dan potensi wakaf uang mencapai Rp188 triliun.

Sehingga, Jokowi pun mengajak untuk memperluas cakupan pemanfaat wakaf tersebut, salah satunya untuk tujuan sosial ekonomi.

“Oleh karena itu, kita perlu perluas lagi cakupan pemanfaatan wakaf. Tidak lagi terbatas untuk tujuan ibadah,” ucap Jokowi.

“Tetapi, dikembangkan untuk tujuan sosial ekonomi yang memberikan dampak signifikan bagi pengurangan kemiskinan dan ketimpangan sosial dalam masyarakat,” sambungnya.

Selain itu, Jokowi juga ingin menjadikan Indonesia sebagai negara percontohan dalam pengelolaan wakaf bagi negara lain.

Di mana pengelolaan wakaf yang transparan, profesional, kredibel, dapat dipercaya, dan memberi dampak pada kesejahteraan masyarakat.

Sehingga pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Terutama pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

HITUNG MUNDUR PEMILU 2024