Ada Burung Cenderawasih ini 7 Fakta Menarik tentang Kepulauan Aru

0
151
Burung Cenderawasih di Kepulauan Aru Provinsi Maluku

1. Gugusan Kepulauan Yang Terdiri dari Pulau-Pulau Kecil
Banyak orang tidak menyadari bahwa wilayah Kepulauan Aru merupakan gugusan dari pulau-pulau kecil . terdapat lebih dari 180 pulau di wilayah tersebut. dari banyaknya pulau di Kepulauan Aru, hanya terdapat 1 pulau yang tidak masuk dalam kategori pulau kecil menurut versi UU. No. 27 tahun 2007.Pulau tersebut ialah Pulau Trangan yang memiliki luas 2300 kilometer persegi.

2. Selat-Selat Kecil Yang Seperti Sungai
Terdapat ratusan atau bahkan ribuan selat kecil di Kepulauan Aru. Selat –selat tersebut membelah gugusan pulau-pulau kecil yang ada di Kepulauan Aru. Jika dilihat secara sekilas, selat-selat di Kepulauan Aru nampak seperti sungai. Inilah yang selama ini membuat banyak orang menyangka bahwa wilayah tersebut merupakan suatu daratan besar. Bahkan persepsi yang salah ini juga terjadi pada kebijakan strategi pembangunan wilayah Kepulauan Aru. Khususnya dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kabupaten tersebut.

3. Pulau-Pulau Kecil Yang Masih Memiliki Hutan Alam
83% daratan di pulau-pulau kecil Aru masih berupa hutan perawan yang berumur ribuan tahun (FWI 2014). Hutan mangrove dan hutan dataran rendah di gugusan pulau tersebut masih sangat terjaga hingga saat ini. Hutan alam di Kepulauan Aru merupakan sumber kehidupan Masyarakat Aru. Karena peranan hutan yang amat penting, Masyarakat di Aru selalu berusaha melindungi kelestarian hutan alam mereka.

4. Habitat Burung Surga (Bird Of Paradise)
Burung Cendrawasih, mungkin nama burung tersebut sudah tidak asing lagi di telingan Masyarakat. Burung yang terkenal dengan kecantikan dan keindahan tariannya itu banyak dijumpai di hutan-hutan tropis di Bumi Papua. Namun tidak di sangka, rupanya burung surga ini juga ada di Kepulauan Aru. Tercatat ada 4 jenis Cendrawasih yang hidup tenang di hutan-hutan Kepulauan Aru. Selain Cendrawasih, satwa khas papua yang juga ada di Kepulauan ini adalah Kanguru. Satwa yang identik dengan negara Australia ini masih melimpah keberadaannya di Kepulauan Aru. Walaupun populasinya sudah tidak sebanyak dahulu kala. Keunikan-keunikan ini merupakan sesuatu yang tidaklah aneh, karena secara ekologi Kepulauan Aru merupakan bagian dari bentang ekologi Papua walaupun secara administrasi berada di Provinsi Maluku.

5. Tempat Berkembangbiaknya Ikan-Ikan di laut Arafura
Laut Arafura sangat terkenal dengan kekayaan sumberdaya lautnya khususnya ikan-ikan yang melimpah dilaut tersebut. lalu pertanyaannya darimanakah ikan-ikan itu berasal dan dimana kah tempat berkembangbiaknya? Jawaban paling tepat adalah di Kepulauan Aru. Wilayah yang paling dekat dengan laut Arafura tersebut masih memiliki hutan mangrove yang amat lebat. Walaupun belum ada penelitian secara ilmiah, tapi diyakini bahwa hutan-hutan mangrove yang masih sangat lebat di Kepulauan Aru menjadi tempat bekembangbiaknya ikan-ikan yang berada di laut Arafura.

6. Banyak Benda-Benda Peninggalan Masa Lalu dan Peperangan
Tak pernah disangka sebelumnya bahwa di wilayah terpencil seperti di Kepulauan Aru banyak terdapat benda-benda peninggalan masa lalu. Benda-benda peninggalan prasejarah, masa kerajaan, dan bahkan ketika masa peperangan dapat kita temui di Kepulauan Aru. seorang peneliti terkenal asal Inggris Alfred Russel Wallace, menyebutkan bahwa sejak tahun 1800-an Aru sudah disinggahi puluhan kapal dagang yang membawa berbagai hasil laut dan barang dagangan lainnya ke pasar Eropa. Dalam buku terbitan Australian University yang berjudul “The Archaeology of the Aru Islands, Eastern Indonesia” juga mengungkapkan di Kepulauan Aru banyak terdapat bukti – bukti kehidupan peninggalan masa lalu. peninggalan tersebut seperti artefak, lukisan goa, keramik, guci kono, dan juga senjata-senjata peninggalan masa peperangan. Ketika perang dunia II terjadi, wilayah Kepulauan Aru merupakan lokasi yang strategis yang dijadikan basis militer. Tidak hanya pada masa perang dunia ke II, wilayah di Kepulauan Aru dan juga masyarakatnya mempunyai peranan besar untuk kemenangan Indonesia pada perang trikora di tahun 1961.

7. Kearifan Lokal Masyarakat dalam Mengelola Sumberdaya Alam
Wilayah Aru yang dikenal dengan istilah Jargaria memiliki dua suku besar yaitu Suku Ursia dan Urlima. Kehidupan Masyarakat di Kepulauan Aru masih erat kaitannya dengan nilai-nilai kearifan lokal dalam mengelola sumberdaya alam di wilayah mereka. Masih kuatnya nilai kearifan lokal di Masyarakat Aru terbukti dengan masih lestari dan terjaganya hutan alam di Kepulauan tersebut. salah satu budaya yang masih ada dan mencerminkan kearifan lokal Masyarakat Aru ialah budaya sasi. Upacara sasi dilakukan Masyarakat untuk mengatur pengelolaan sumberdaya alam mereka. Dengan adanya sasi, Masyarakat membuat aturan mereka sendiri dalam menentukan kapan mereka harus memanen hasil alam di Kepulauan Aru. dalam sistem kehidupan, Masyarakat Aru sangat akrab dengan filosofi mereka yaitu “Sita Kaka Walike”. Filosofi yang menggambarkan dan mengatur hubungan sosial baik antar individu maupun antar komunitas di Kepulauan Aru.

Itulah tujuh fakta menarik tentang Kepulauan Aru. Semoga dengan semakin taunya kita tentang fakta-fakta di Kepulauan Aru dapat membuka wawasan kita semua bahwa hutan alam di pulau-pulau kecil khususnya di Kepulauan Aru harus dilindungi dan terus dijaga kelestarianya. Mari kita cintai Indonesia. Teruslah menjelajah dan ungkap fakta-fakta menarik lainnya yang masih tersembunyi. (MFB)