13.000 KPM di Papua Belum Terima Bansos Tahap Pertama, Masyarakat Diminta Segera Ambil

0
178

Jayapura, Malanesianews, – PT Pos Indonesia Cabang Jayapura, Papua menyebutkan bahwa masih tersisa sebanyak 13.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang belum mengambil Bantuan Sosial (Bansos) tahap pertama. Masyarakat diminta segera mengambil bentuan tersebut sebelum, Senin (22/4).

Kusnadi selaku Kepala POS Cabang Jayapura mengatakan, penyaluran bansos tahap satu mencapai 96 persen, masih tersisa 13.000 calon penerima belum mengambil tersebar di empat Kabupaten dan Kota di Papua, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom dan Sarmi.

“Bagi masyarakat yang belum mengambil bansos tahap pertama ada di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom dan Sarmi segera mengecek namanya sebelum berakhir 21 April nanti,” katanya.

Menurut Kusnadi, pihaknya telah merincikan 13.000 penerima tersebut di antaranya, 3.039 KPM di Distrik Abepura, 4.571 KPM di Distrik Jayapura Selatan, 1.986 KPM di Distrik Arso, 35 KPM di Distrik Demta, 49 KPM di Distrik Depapre, 111 KPM di Distrik Genyem dan 92 KPM di Lereh.

“Kami menghimbau ke warga yang pernah merasa pernah menerima bansos dalam bentuk apapun segera mengecek di Kantor Pos terdekat,” ucapnya.

Dia menjelaskan, pihaknya berencana untuk menempelkan daftar nama penerima bansos tahap pertama di kantor-kantor distrik bagi yang belum menerima dengan begitu penyaluran bisa tepat sasaran.

“Mari warga penerima manfaat segera ambil haknya, sayang kalau tidak terserap bantuan dari Pemerintah ini,” terangnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dan meminta bantuan pendamping untuk mengecek para penerima manfaat yang belum mengambil bansos, namun ada laporan pendamping tidak mengenal penerima manfaat di alamat tertentu sehingga bisa jadi ada kesalahan data tempat tinggal.

“Secara keseluruhan, penyaluran bansos tahap pertama melalui Kantor POS Jayapura sudah terealisasi 96 persen dari total 538 ribu penerima,” pungkasnya.

HITUNG MUNDUR PEMILU 2024

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here