Terbunuhnya Yus Yunus, Bupati Dogiyai Keluarkan Tujuh Pernyataan:

0
135
Bupati Dogiya Yakobus Dumupa, S.IP dalam Siaran Pers Perihal Insiden Pengeroyokan Supir Truk.

Jayapura, Malanesianews, – Pemerintah Kabupaten Dogiyai mewakili seluruh masyarakat Kabupaten Dogyai melalui siaran persnya menyampaikan turut berduka cita dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya terhadap 2 korban meninggal akibat pengeroyokan dan pembunuhan, Kigamani, Jumat (28/2).

2 korban tersebut adalah pengendara motor Demianus Mote, 37 tahun warga Kabupaten Dogiyai dan sopir truk atas nama Yus Yunus 27 tahun warga Polewari Madar Sulawesi Barat. Peristiwa kecelakaan lalu lintas dan pengeroyokan tersebut terjadi Minggu, 23 Februari lalu di Jalan Raya Trans Papua, di Kampung Ekimani, Distrik Kamu Utara, Kabupaten Dogiyai.

Dalam siaran pers tersebut Bupati Dogiyai Yakobus Dumupa, S.IP, menyampaikan turut berduka cita atas bencana yang menimpa kedua korban dan berharap keluarga yang ditinggalkannya diberi penghiburan dan kekuatan untuk menjalani hidup ini.

Yakobus mengklarifikasi dan mempertegas mengenai satu hal yang simpang siur dan tidak benar, bahwa pengeyorokan dan pebunuhan terhadap sopir Yus Yunus bukan sebagai upaya balas dendam atas kematian Babi, karena para pelaku yang melakukan penganiayaan dan pembunuhan terhadap Yus Yunus tidak mempersoalkan kematian babi.

Tetapi hal ini karena tersulut emosi melihat kematian Demianus Mote yang Dicurigai ditabrak oleh truk. Sehingga diharapkan untuk tidak mengembangkan dan menyebarluarkan isu seolah-olah nyawa babi dibalas dengan nyawa manusia.

“Sekali lagi saya pertegas bahwa ini tidak benar” ujar Yakobus.

Ia memohon untuk semua pihak, terutama pihak korban dan pelaku untuk menahan diri dan tidak melakukan aksi balas dendam atas permasalahan ini. Semua pihak harus menyerahkan penyelesaian masalah ini melalui proses hukum.

Pemerintah Kabupaten Dogiyai mendukung seluruh proses penyelidikan terhadap masalah ini, yang sedang dilakukan oleh pihak berwajib (Polsek Kamu, Polres Nabire dan Polda Papua). Diharapkan kepada semua pihak juga untuk mendukung proses hukum ini.

“Demikian pernyataan yang dapat kami sampaikan dengan maksud agar masalah ini dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya, sejujur-jujurnya dan seadil-adilnya, Terimakasih” Tutup Yakobus

Berikut adalah isi lengkap pernyataan Bupati Dogiyai dalam Siaran Pers Pemerintah Kabupaten Dogiyai :

(1) Pemerintah Kabupaten Dogiyai atas nama PARA PELAKU penyeroyokan dan pembunuhan serta seluruh masyarakat Kabupaten Dogiyai menyampaikan TURUT BERDUKA CITA dan PERMOHONAN MAAF yang sebesar-besarnya kepada pihak KORBAN almarhum YUS YUNUS dan keluarganya dan kepada seluruh warga Polewali Mandar dan warga Sulawesi yang berada di Polewali Mandar, Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Nabire dan dimanapun berada. Kami berdoa semoga arwahnya diterima oleh ALLAH, Tuhan Yang Maha Kuasa dan keluarga yang ditinggalkannya diberi penghiburan dan kekuatan untuk menjalani hidup ini. Dan kami berharap semoga permohonan maaf kami dari lubuk hati yang terdalam ini dapat diterima.

(2) Pemerintah Kabupaten Dogiyai juga menyampaikan TURUT BERDUKA CITA atas meninggalnya almarhum DEMIANUS MOTE. Semoga arwahnya diterima oleh ALLAH, Tuhan Yang Maha Kuasa dan keluarga yang ditinggalkannya diberi penghiburan dan kekuatan untuk menjalani hidup ini.

(3) Perlu diklarifikasi dan dipertegas mengenai satu hal yang simpang siur dan tidak benar, bahwa pengeyorokan dan pebunuhan terhadap sopir YUS YUNUS bukan sebagai upaya balas dendam atas kematian BABI, karena para pelaku yang melakukan penganiayaan dan pembunuhan terhadap YUS YUNUS tidak mempersoalkan kematian babi. Tetapi hal ini karena tersulut emosi melihat kematian DEMIANUS MOTE yang DICURIGAI ditabrak oleh truk. Sehingga diharapkan untuk tidak mengembangkan dan menyebarluarkan isu seolah-olah nyawa babi dibalas dengan nyawa manusia. Sekali lagi saya pertegas bahwa ini tidak benar!

(4) Beberapa pihak mempunyai pemahaman dan kronologis yang berbeda-beda mengenai masalah ini, dan perbedaan itu menyebabkan tanggapan yang berbeda-beda pula. Untuk itu, agar masalah tidak menjadi simpang siur dan agar menjadi terang-benderang sesuai dengan kejadian yang sesungguhnya, maka kami mempercayakan pihak berwajib (kepolisian) untuk melakukan penyelidikan terhadap masalah ini. Dan diharapkan hasil penyelidikan secara baik dan benar itulah yang perlu dipercayai.

(5) Pemerintah Kabupaten Dogiyai tidak mengharapkan masalah ini membesar, meluas dan menyimpang dari kejadian yang sebenarnya. Perlu dipahami bersama bahwa masalah ini tidak ada kaitan dengan kepentingan politik, rasisme, agama, suku, kepulauan dan lainnya. Dan juga ini bukan masalah antara orang Dogiyai dengan orang Polewali Mandar atau masalah antara orang Papua dan orang non-Papua. Masalah ini murni kecelakaan lalu lintas dan kriminal. Karena itu dimohon untuk tidak mengaitkan masalah kecelakaan lalu lintas dan kriminal ini dengan masalah politik, rasisme, agama, suku, kepulauan, dan lainnya.

(6) Pemerintah Dogiyai MEMOHON semua pihak, terutama pihak korban dan pelaku untuk MENAHAN DIRI dan TIDAK MELAKUKAN AKSI BALAS DENDAM atas permasalahan ini. Semua pihak harus menyerahkan penyelesaian masalah ini melalui proses hukum.

(7) Pemerintah Kabupaten Dogiyai mendukung seluruh proses penyelidikan terhadap masalah ini, yang sedang dilakukan oleh pihak berwajibn (POLSEK Kamu, POLRES Nabire dan POLDA Papua). Diharapkan kepada semua pihak juga untuk mendukung proses hukum ini.
Demikian pernyataan yang dapat kami sampaikan dengan maksud agar masalah ini dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya, sejujur-jujurnya dan seadil-adilnya. Terimakasih.

Kigamani, 28 Februari 2020
Bupati Dogiyai,

YAKOBUS DUMUPA, S.IP