Resmikan Ikon Pulai Liki, Mahasiswa KKN UGM Minta Untuk Ikon Dijaga

0
438

Sarmi, Malanesianews, – Mahasiswa Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Kuliah Kerja Nyata Universitas Gadjah Mada (KKN UGM) Yogyakarta meresmikan ikon Pulau Liki di Pulau Liki, Distrik Sarmi, Minggu (6/8/2023) kemarin.

Ketua Tim KKN UGM, Rafi dalam peresmian menyampaikan terimakasih kepada masyarakat Kampung Liki yang sudah menerima kehadiran mereka di Pulau Liki.

“Terimakasih kami di sini (Pulau Liki) terutama pemuda di sini yang selalu terlibat langsung dalam setiap kegiatan yang kami kerjakan,” ungkap Rafi.

Selain itu, pihaknya juga berterimakasih kepada Pj Bupati Sarmi, Markus Mansnembra, SH. MH. yang sudah membantu menembak dalam melaksanakan KKN di Pulau Liki.

Rafi juga berharap, agar apa yang sudah dibuat dapat dilanjutkan oleh masyarakat di Pulau Liki agar kedepan bisa lebih maju.

Di samping itu, Pulau Liki dikenal kaya akan potensi pariwisata dan perikanan yang harus dikembangkan dan dilestarikan dengan baik, sehingga akan mendatangkan pendapatan bagi masyarakat.

“Dan apa yang hari ini telah dibuat dari kami agar bisa dijaga dengan baik, salah satunya ikon Pulau Liki, yang nantinya setiap pengunjung yang datang kesini (Liki) selalu mengabadikan momennya dengan berfoto di tulisan ini,” pintanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kampung Liki, Yosepus Teno mengapresiasi atas apa yang telah dibuat untuk masyarakat selama berada di Pulau Liki.

Menurutnya, ini hal yang luar biasa bagi dirinya dan juga masyarakat di Kampung Liki.

“Ya, banyak hal yang mereka buat disini tentunya untuk membangun kampung kami, oleh karena itu kami sangat berterimakasih buat adik-adik mahasiswa atas apa yang sudah dibuat untuk kami di tempat kami,” tuturnya.

Sebagai Kepala Kampung, ia memastikan bahwa apa yang telah dibangun akan dilanjutkan dan dirawat oleh masyarakat Kampung Liki.

Kesan lain datang dari Bapak angkat, Onesimus Teno, dia berpesan agar dalam perjalanan pulang Tuhan menyertai perjalanan adik-adik mahasiswa KKN UGM agar sampai di keluarga masing-masing.

“Tuhan jaga adik-adik dan lindungi mereka dengan selamat, sampai bertemu satu keluarga. Tolong sampaikan salam buat keluarga dari kami di Pulau Liki, dan juga berharap suatu ketika adik-adik juga akan balik ke Pulau Liki. Terimakasih sudah berbagi kebaikan buat kami,” ungkapnya penuh haru.

(AIS)

Artikulli paraprakJelang Peringatan HUT RI ke-78, RT/RW Perlu Galakkan Kegiatan Kebersihan
Artikulli tjetërBupati Keerom, Piter Gusbager Serahkan Alsintan ke Petani
WWW.MALANESIA.NEWS
Perubahan sosial budaya yang terjadi di masyarakat menandai bahwa kehidupan sosial sejatinya dinamis. Kita sebagai individu senantiasa mengalami perubahan baik secara fisik maupun intelektualitas. Begitu pula dengan kumpulan individu beserta pola interaksinya yang disebut dengan masyarakat. Masyarakat selalu menginginkan perkembangan kehidupan ke arah yang lebih baik, seperti halnya Masyarakat adat di Kepulauan Kei Provinsi Maluku yang hidup dalam satu Ikatan Hukum Adat yaitu Hukum Larvul Ngabal. Namun demikian Masyarakat adat di Kepulauan Kei Provinsi Maluku masih di hadapkan dengan masalah-masalah mendasar seperti Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi ,Sosial Budaya dan kesejahteraan umum lainnya Untuk mengangkat dan memperjuangkan hak-hak dasar di atas maka Saudara Baharudin Farawowan memprakarsai pembentukan Lembaga Sosial Kemasyrakatan , Wadah yang di beri nama YAYASAN LENTERA EVAV atau yang di singkat YANTE. Yayasan Lentera Evav (YANTE) kemudian di daftarkan pada Notaris dan PPAT Hengki Tengko,SH tanggal 4 Desember 2009 di Langgur Kabupaten Maluku Tenggara dengan Pendiri Herlinda dan Baharudin Farawowan di percayakan menjadi Ketua YANTE.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini