Provinsi Papua Bara Daya Jalin Kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada

0
72
Pj Gubernur Papua Barat (Kiri) dan Rektor UGM (Kanan) di Gedung Pusat UGM (Source : UGM)

Bali, Malanesia News, –  Provinsi Papua Barat Daya dan Universitas Gadjah Mada (UGM) sepakat menjalin kerja sama di bidang Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Inisiasi Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Pj Gubernur Papua Barat Daya, Mohammad Musa’ad dan Rektor UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA. Pada Jumat (24/3) di Gedung Pusat UGM

Pemprov Papua Barat Daya menjalin kersama dalam rangka pengembangan serta penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk pembangunan di Provinsi Papua Barat Daya nantinya.

“Terima kasih atas kepercayaan yang luar biasa. Kami melihat memang Papua punya potensi luar biasa, dan universitas adalah laboratorium yang mestinya merupakan mitra bagi pemerintah daerah,” kata Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D.

Di Lansir dari Website UGM sendiri, Rektor mengungkapkan, keputusan Pemprov Papua Barat Daya untuk menjalin kerja sama dengan UGM merupakan keputusan yang tepat mengingat UGM merupakan perguruan tinggi dengan program studi terlengkap di Indonesia. Kepakaran yang dimiliki UGM dalam berbagai bidang diyakini dapat memberikan kontribusi yang penting bagi pengembangan daerah dengan seluruh sumber daya yang dimiliki.

“Dosen maupun mahasiswa akan dengan senang hati bisa bekerja sama. Teman-teman dari berbagai bidang dapt berkontribusi memberikan pemikiran terbaik untuk kemajuan Papua Barat Daya,” kata Rektor.

Hal senada disampaikan Penjabat Gubernur Papua Barat Daya, Mohammad Musa’ad. “Mohon dukungan dan bantuan untuk kita bisa berkolaborasi menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya usai menandatangani nota kesepahaman.

Dalam Pertemuan tersebut, Pj Gubernur Papua Barat Daya Menilai dengan Potensi Daerah serta tantangan yang ada di dalamnya, ia meyakini dengan menggaet UGM sebagai Mitra Kerja Sama dapat menjadi Dorongan Besar bagi percepatan Pembangunan yang di awali dengan Kajian Dasar untuk mematangkan Pondasi Daerah.

“Hari ini Papua sudah enam provinsi dan kami yang paling bungsu. Walaupun kita provinsi ke-38 tapi dari berbagai indikator jangan sampai kita di peringkat ke-38, paling tidak jadi yang terbaik dari empat provinsi baru,” imbuhnya. (**)

HITUNG MUNDUR PEMILU 2024