Pemerintah Cari Investor Luar Penanaman Mangroves Seluas 600 Ribu Hektar

0
41

Jakarta, Malanesianews, – Pemerintah Indonesia sepakat akan melakukan penanaman mangrove seluas 600 ribu hektar dalam waktu 4 tahun.

Untuk itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengutus salah satu deputinya ke Abu Dhabi dan Eropa mencari investor dalam program ini.

“Deputi saya, Bu Nani, akan ke Abu Dhabi dan saya minta juga lobi di Eropa untuk bantu investasi,” kata Luhut dalam siaran persnya, Jakarta, Jumat (23/10/2020).

Luhut menjelaskan untuk merealisasikan program penanaman mangrove tersebut dibutuhkan investasi Rp 16 triliun. Besarnya nilai investasi ini akan berdampak lebih luas di masa yang akan datang.

“Kalau 600 ribu hektar kira-kira (investasinya) hampir Rp 16 triliun, dengan angka yang besar dampaknya juga akan besar. Makanya kita jangan kerja tanggung-tanggung,” kata Luhut.

Saat ini Indonesia memiliki 3,31 juta hektar lahan mangrove. Luas ini termasuk 30 persen di dunia dan 42 persen di Asia. Bahkan, cerita Luhut, Abu Dhabi takjub dengan Indonesia yang memiliki 126 spesies mangrove. Sebab, negara timur tengah itu hanya memiliki satu spesies mangrove yang ada di Indonesia.

Berdasarkan data dalam rapat koordinasi pengelolaan ekosistem mangrove, Pulau Cemara telah menjadi fokus penanaman mangrove. Penanaman telah dilakukan Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) pada tahun 2019. Lalu KKP pada September 2020 juga melakukan penanaman Mangrove di lokasi yang sama.

Untuk itu, dia meminta semua pihak mendukung program penanaman mangrove di wilayah Indonesia. “Karena itu saya mohon agar bapak/ibu dukung program mangrove ini. Mari kita kompak, mari kita saling mendukung untuk membuat Indonesia lebih bagus lagi ke depan,” kata Luhut mengakhiri.