Pelantikan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Keerom Menandai Semangat Patriotisme

0
371

Keerom, Malanesianews, – Suasana haru dan semangat kebangsaan menyelimuti Kabupaten Keerom pada Selasa (15/8/2023), saat upacara pelantikan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) berlangsung. Acara ini digelar di Gedung Pramuka, Swakarsa, dan dihadiri oleh Bupati Keerom, Piter Gusbager.

Bupati Piter Gusbager dalam pidatonya menyoroti peran penting yang diemban oleh anggota Paskibra. Ia berpesan agar mereka menjalankan tugas dengan sepenuh hati, penuh semangat, dan dedikasi tinggi, serta mengiringi setiap langkah mereka dengan doa yang tulus.

“Kalian tidak hanya mengibarkan bendera, tetapi juga mengibarkan semangat dan kebanggaan bangsa. Tugas ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang dalam memupuk cinta tanah air, keadilan, dan kebenaran,” kata Piter di Arso.

Piter juga menegaskan bahwa para anggota Paskibra yang baru saja dilantik merupakan wajah dari generasi penerus bangsa. Tugas mereka lebih dari sekadar simbolik, karena mereka adalah perwakilan dari harga diri dan identitas negara.

Bupati Keerom mendorong semangat anggota Paskibra untuk terus berkobar. Ia mengingatkan bahwa pengukuhan ini memberi energi positif dan tanggung jawab besar pada mereka.

“Bagi kalian yang akan bertugas dalam perayaan Hari Kemerdekaan ke-78 di tingkat Kabupaten Keerom, saya berpesan agar menjalankan tugas dengan tanggung jawab penuh. Semoga Tuhan memberkahi dan melindungi setiap langkah kalian,” tambahnya.

Dalam pengumuman resmi, terungkap bahwa terdapat 36 anggota Paskibra Kabupaten Keerom yang resmi dilantik, terdiri dari 22 Putra dan 14 Putri. Mereka adalah sosok-sosok terpilih dari Keerom yang akan membawa semangat nasionalisme dan patriotisme dalam setiap langkah mereka.

(agengrdyndr)

Artikulli paraprakIntan Jaya Memperlihatkan Semangat Merdeka Melalui Bendera Raksasa
Artikulli tjetërKPU Kabupaten Jayapura Terus Lanjutkan Pemeriksaan Bacaleg untuk Memastikan Kesiapan Pemilu
WWW.MALANESIA.NEWS
Perubahan sosial budaya yang terjadi di masyarakat menandai bahwa kehidupan sosial sejatinya dinamis. Kita sebagai individu senantiasa mengalami perubahan baik secara fisik maupun intelektualitas. Begitu pula dengan kumpulan individu beserta pola interaksinya yang disebut dengan masyarakat. Masyarakat selalu menginginkan perkembangan kehidupan ke arah yang lebih baik, seperti halnya Masyarakat adat di Kepulauan Kei Provinsi Maluku yang hidup dalam satu Ikatan Hukum Adat yaitu Hukum Larvul Ngabal. Namun demikian Masyarakat adat di Kepulauan Kei Provinsi Maluku masih di hadapkan dengan masalah-masalah mendasar seperti Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi ,Sosial Budaya dan kesejahteraan umum lainnya Untuk mengangkat dan memperjuangkan hak-hak dasar di atas maka Saudara Baharudin Farawowan memprakarsai pembentukan Lembaga Sosial Kemasyrakatan , Wadah yang di beri nama YAYASAN LENTERA EVAV atau yang di singkat YANTE. Yayasan Lentera Evav (YANTE) kemudian di daftarkan pada Notaris dan PPAT Hengki Tengko,SH tanggal 4 Desember 2009 di Langgur Kabupaten Maluku Tenggara dengan Pendiri Herlinda dan Baharudin Farawowan di percayakan menjadi Ketua YANTE.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini