KPU RI Berharap Pemilih Pemula Aktif dan Kritis Dalam Memberikan Hak Pilih

0
237

Jakarta, Malanesianews,– Jumlah pemilih pada Pemilu 2024 akan didominasi oleh generasi muda. Dari jumlah pemilih sementara yang saat ini mencapai 205 juta, sebagian besarnya adalah para pemilih yang lahir tahun 1981 hingga 2012.

Hal tersebut diterangkan oleh Anggota KPU RI Mochammad Afifuddin sebagai narasumber di diskusi bertajuk “Gerakan Cerdas Memilih” yang diinisiasi Radio Republik Indonesia (RRI), di Auditorium Abdulrachman Saleh, Gedung RRI, Rabu (31/5/2023).

Dalam acara tersebut Afifuddin mengatakan, tidak ada alasan bagi generasi muda untuk tidak menggunakan hak pilihnya.

“Jadi tidak ada alasan teman-teman muda ini nanti tidak menggunakan hak pilih. Pokoknya nanti tanggal 14 Februari itu, hari apa ya biasanya, Hari Kasih Sayang, nah kali ini juga Hari Kasih Suara,” kata Afifuddin di hadapan siswa/i dari sejumlah sekolah di Jakarta.

KPU akan tetap terus mendorong masyarakat yang sudah memiliki hak pilih untuk digunakan di hari pemungutan suara nanti. Walaupun di Indonesia memilih merupakan hak dan bukan kewajiban, namun KPU terus dorong untuk pemilih lebih aktif.

Afif juga berharap agar pemilih pemula lebih kritis. “Ada 18 partai politik sekarang boleh dilihat-lihat partainya apa saja, yang tertarik ke partai itu silahkan. Kemudian ada 6 partai lokal di Aceh, nah ini yang menjadi pilihan kita kalau nanti, calonnya siapa dan seterusnya itu bisa dibaca-baca, bisa dicek calon-calon itu,” jelas Afif.

Terakhir Afif berpesan agar sama-sama wujudkan pemilu damai dan menyatukan. Sebagaimana tagline KPU, pemilu sebagai sarana integritas bangsa.

“Jadi tidak boleh memecah belah, seakan-akan kita mau perang. Ini musyawara bersama, cara kita memilih wakil rakyat, memilih presiden dengan cara menggunakan hak pilih di TPS,” tutup Afif.

(AIS)

HITUNG MUNDUR PEMILU 2024