Kemenag Papua: Muktamar NU 2026 Harus Jadi Momentum Papua Menyumbang Gagasan bagi Bangsa

0
23

Jayapura, Malanesianews – Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Gatot Aryoko, S.Th, menyampaikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Forum Diskusi Publik Online bertajuk “Muktamar NU 2026 dan Otonomi Gagasan dari Timur: Memperkuat Kemandirian Organisasi dan Peran Warga NU di Tanah Papua” yang diselenggarakan oleh The New Papua Foundation (NPF) sebagai bagian dari rangkaian menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35.

Mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Gatot Aryoko menyampaikan salam hormat kepada Menteri Agama RI, para kiai, jajaran pengurus Nahdlatul Ulama se-Tanah Papua, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh perempuan, akademisi, serta seluruh peserta yang mengikuti forum tersebut.

Dalam sambutannya, Gatot mengapresiasi inisiatif penyelenggaraan forum yang dinilainya mengangkat tema yang strategis, relevan, dan visioner. Menurutnya, gagasan tentang “Otonomi Gagasan dari Timur” menjadi momentum penting untuk memperkuat kontribusi masyarakat Papua dalam membangun kehidupan keagamaan, kebangsaan, dan peradaban Indonesia.

“Papua tidak boleh hanya menjadi penerima gagasan, tetapi harus tampil sebagai penyumbang gagasan bagi pembangunan bangsa dan kehidupan keumatan di tingkat nasional. Dari Tanah Papua harus lahir pemikiran-pemikiran yang memperkaya perjalanan Nahdlatul Ulama dan Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kemandirian organisasi Nahdlatul Ulama perlu terus diperkuat melalui pengembangan program yang sesuai dengan karakteristik sosial dan budaya masyarakat Papua. Dakwah, menurutnya, harus dikembangkan secara kontekstual dengan menghormati nilai-nilai lokal sehingga mampu menghadirkan Islam yang ramah, inklusif, dan membawa kemaslahatan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu, Gatot juga menekankan pentingnya peran aktif warga Nahdlatul Ulama dalam memperkuat moderasi beragama serta menjaga kedamaian di Tanah Papua. Ia menilai Papua merupakan rumah bersama yang harus terus dirawat melalui semangat persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan lintas agama maupun lintas budaya.

Menurutnya, sinergi antara Nahdlatul Ulama dan Kementerian Agama harus terus diperkuat sebagai kemitraan strategis dalam meningkatkan pelayanan keagamaan, pengembangan pendidikan, pemberdayaan umat, serta memperkokoh persatuan bangsa. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa mendatang.

Menutup sambutannya, Gatot Aryoko berharap Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 dapat menjadi tonggak sejarah yang semakin mengukuhkan posisi warga NU di Indonesia Timur sebagai bagian penting dari organisasi yang mampu menghadirkan solusi, keteladanan, dan gagasan bagi kemajuan bangsa.

“Semoga setiap ikhtiar baik yang kita lakukan untuk Tanah Papua, Nahdlatul Ulama, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia senantiasa mendapatkan bimbingan, kekuatan, serta keberkahan dari Allah SWT,” tutupnya.