IBF 2021 Bisa Jadi Contoh Penyelenggaraan Event Olahraga Dikala Pandemi

0
276

Jakarta Malanesianews, – IBF 2021 berlangsung mulai 16 November hingga 5 Desember mendatang. Di tengah pandemi COVID-19 yang belum mereda di Tanah Air, turnamen yang diikuti sekitar ratusan pebulutangkis dari 26 negara ini, berlangsung dengan sistem bubble (gelembung) dan tanpa penonton. Ajang ini diselenggarakan di Bali International Convention Centre & Westin Resort, Nusa Dua, Bali.

Dari hal tersebut Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari menyebut penyelenggaraan Indonesia Badminton Festival 2021 jadi tolak ukur kejuaraan internasional pada masa pandemi di Indonesia.

Kendati dikemas dengan konsep gelembung tapi nyaris tak ada ketegangan dari tim tamu yang menjalaninya. Terlebih rencananya para atlet akan tinggal kurang lebih sebulan di Bali.

“Saya kagum melihat PBSI melakukan penyelenggaraan yang luar biasa karena di tengah-tengah pandemi. Bisa dilihat para atlet itu sangat enjoy. Seperti liburan di Bali sambil tanding dan ini bentuk inisiatif yang harus diberikan apresiasi karena di situasi pandemi yang mengancam tapi Indonesia membuktikan bahwa kita mampu menjadi tuan rumah gelaran seperti event Indonesia Masters ini,” ujar Okto usai menghadiri salah satu rangkaian turnamen IBF 2021, Indonesia Master, di Bali, Selasa (16/11/2021).

Menurutnya apa yang disiapkan dan disajikan PBSI bagi atlet-atlet asing cukup luar biasa bahkan jika dibandingkan dengan Olimpiade di Tokyo.

“Saya ada beberapa perbandingan. Di Olimpiade Tokyo, sistem bubblenya menurut saya biasa saja, tapi melihat yang dilakukan PBSI ini para atlet itu nyaman. Bubble tapi tidak terasa bubble. Karena mereka masih bisa ke pantai, hiburan difasilitasi luar biasa, PBSI sangat mempersiapkannya dengan baik,” sambungnya.

Penyajian Indonesia Masters, tak hanya membuat PBSI menjadi barometer organisasi olahraga Indonesia, tapi juga dalam menyelenggarakan sebuah event.

“PBSI selalu menjadi banch mark tata kelola dalam organisasi olahraga di Indonesia. Dengan segala macam dinamika tapi semuanya bisa selesai dengan baik. Nah untuk event juga demikian. Event ini akan menjadi banch mark lagi dalam penyelenggaraan event di Indonesia.”

“Kita akan ada akan ada MotoGP. Lalu tuan rumah kejuaraan esport, panjat tebing, basket, bola, nanti kami akan komunikasi dengan PBSI untuk meminta rangkuman dari penyelenggaraan supaya bisa menjadi rujukan jika event-event lain mau dilakukan di Indonesia,” demikian Raja Sapta Oktohari.