Dinilai Tidak Bisa Tegas Menegakan Protkes, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis Copot Dua Kapolda

0
14

Jakarta, Malanesianews, – Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mencopot dua Kapolda sekaligus karena dinilai tidak bisa bertindak tegas dalam menegakkan protokol kesehatan (protkes). Dua Kapolda yang dicopot berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST3222/XI/Kep/2020 tanggal 16 November 2020, itu adalah Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana, dan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudy Sufahradi.

”Ada dua Kapolda yang tidak melaksanakan perintah dalam menegakkan protokol kesehatan, maka diberikan sanksi berupa pencopotan yaitu Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jawa Barat,” ujar Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono,di Jakarta, Senin (16/11).

Nana kini dimutasi menjadi Kors Ahli Kapolri. Sedangkan Rudy menjadi Widyaiswara tingkat 1 Lemdiklat Polri. Sebagai pengganti Nana menjadi Kapolda Metro Jaya adalah Irjen Pol Fadil Imran yang sebelumnya Kapolda Jawa Timur. Sementara Kapolda Jawa Barat kini ditempati Irjen Pol Ahmad Dofiri yang sebelumnya bertugas sebagai Asisten Logistik Kapolri.

Seiring dengan pencopotan dua Kapolda itu, Kapolri memutasi enam Kapolda lain. Namun, tidak dijelaskan alasan mutasi terhadap enam Kapolda tersebut. Kapolda yang digeser adalah Kapolda Bali, Irjen Pol Petrus Reinhard Golose, yang dimutasi sebagai Pati Bareskrim Polri (persiapan penugasan di luar struktur). Posisinya digantikan oleh Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra. Selanjutnya, Kapolda Maluku, Irjen Pol Baharuddin Djafar, dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Baharkam Polri. Jabatan yang ditinggalkannya diisi oleh Irjen Pol Refdi Andri.

Adapun posisi Kapolda Jatim yang ditinggalkan Irjen Pol Fadil Imran diisi oleh Irjen Pol Nico Afinta yang sebelumnya Kapolda Kalimantan Selatan. Sementara jabatan yang ditinggalkan Nico akan ditempati oleh Irjen Pol Rikwanto yang sebelumnya Kapolda Maluku Utara. Kemudian, Irjen Pol Firman Shantyabudi dimutasi dari Kapolda Jambi menjadi Aslog Kapolri.

Kapolri juga mencopot Kapolres Jakarta Pusat dan Kapolres Bogor dengan alasan yang sama yakni tidak melaksanakan perintah penegakan protokol kesehatan Covid-19. Dalam surat telegram rahasia Nomor ST/3222/XI/KEP/2020 yang ditandatangani As SDM Kapolri, Irjen Pol Sutrisno Yudi Hermawan, Kapolres Jakarta Pusat, Heru Novianto, dipindahtugaskan menjadi Analis Kebijakan Madya Brigade Mobile Korps Brimob Polri. Posisinya digantikan Kombes Pol Hengki Haryadi. Sementara Kapolres Bogor, AKBP Roland Ronaldy dicopot dan dipindahtugaskan menjadi Wadirkrimsus Polda Jawa Barat. Posisinya digantikan oleh AKBP Harun yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Lamongan.