BPS Catat Neraca Perdagangan Indonesia Kembali Cetak Surplus

0
321

Jakarta, Malanesianews, – Pada Februari 2022 Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Neraca perdagangan Indonesia kembali mencetak surplus mencapai US$ 3,83 miliar.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, surplus neraca perdagangan pada Februari 2022 ini menambah deretan surplus neraca perdagangan dalam dua tahun terakhir.
Dia juga berharap terjadinya surplus secara beruntun ini turut menyumbang agar pertumbuhan ekonomi berlangsung lebih cepat.

“Harapan kami semua, semoga tren surplus ini tetap terjaga di pasar berikutnya, sehingga pemulihan ekonomi Indonesia bisa berlangsung lebih cepat,” tutur Margo dalam Rilis BPS secara virtual, Selasa (15/3).

Dia menambahkan, surplus neraca perdagangan ini disebabkan oleh nilai ekspor yang lebih tinggi daripada nilai impor. Nilai ekspor pada bulan Februari 2022 tercatat US$ 34,14 miliar dan nilai impor hanya US$ 25,43 miliar.

Kemudian, bila dilihat dari negara mitra dagang Indonesia, ada beberapa negara yang menjadi penyumbang surplus terbesar dalam neraca perdagangan. “Indonesia surplus dengan Amerika Serikat, India, dan Filipina,” jelas Margo.

Adapun, Amerika Serikat (AS), di mana Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan sebesar US$ 1.867,5 juta. Surplus neraca perdagangan dengan Negeri Paman Sam terutama disumbang oleh komoditas pakaian dan aksesoris rajutan (HS 61), serta alas kaki (HS 64).

Kemudian, India, Indonesia sukses membukukan surplus sebesar US$ 850,8 juta, dengan komoditas bahan bakar mineral (HS 27), lemak dan minyak nabati (HS 15).

Lalu, untuk Filipina, Indonesia mengalami surplus sebesar US$ 759,9 juta, dengan komoditas bahan bakar mineral (HS 27), lalu kendaraan dan bagiannya (HS 87).

Sebaliknya, Indonesia juga mencatat defisit terhadap beberapa mitra dagang, seperti China , Thailand, dan Australia.

Defisit dengan Tiongkok pada Februari 2022 ini tercatat mengalami difisit sebesar US$ 909,4 juta, dengan komoditas penyumbang defisitnya adalah mesin dan peralatan mekanik serta bagiannya (HS 82) dan mesin perlengkapan elektrik dan bagiannya (HS 85).