Aliansi Masyarakat OAP Anti Korupsi Desak Pengadilan Negeri Jayapura Tahan Plt Bupati Mimika

0
363
Aliansi Masyarakat Orang Asli Papua Anti Korupsi menduduki Pengadilan Negeri Jayapura, Jumat (3/3/2023). Mereka mendesak Kejaksaaan Tinggi Papua Segera menahan Plt Bupati Mimika Johannes Rettob atas Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Pesawat dan Helikopter (Source : Tribun Papua)

Jayapura, Malanesia News, – Aliansi Masyarakat OAP Anti Korupsi meminta Kejaksaan Negeri Jayapura untuk segera menahan Plt Bupati Mimika Johannes Rettob atas Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Pesawat  dan Helikopter. Desakan tersebut di lakukan pada Halaman Pengadilan Negeri Jayapura, Jumat (3/03/2023)

“Apa yang sudah ditetapkan oleh Kejaksaan itu adalah kebenaran, sehingga kami mendukung penuh kebijakan Kejati,” ujar Koordinator Aksi, Yops Itlay dalam orasinya.

Selanjutnya, Aliansi tersebut juga mendesak Pengadilan Negeri Jayapura untuk menolak adanya Praperadilan Plt Bupati Mimika Johannes Rettob

“Kejaksaan dan Pengadilan tidak jalan sendiri, kami mendukung penuh proses hukum ini,” jelasnya.

Selain itu, dalam aksi tersebut Koordinator Aksi Aliansi tersebut dalam Orasinya juga menanyakan tentang penyelesaian Kasus Korupsi yang begitu cepat dari 3 kasus Pejabat OAP sebelumnya tetapi memakan waktu yang lama dalam Penangkapan Plt Bupati Mimika yang sudah di tetapkan sebagai tersangka.

“Kenapa kami katakan begitu, karena sangat terlihat bahwa 3 pejabat OAP yang kasus korupsi cepat sekali ditahan.”

“Lalu kenapa pejabat non Papua Plt Bupati Mimika sudah ditetapkan sebagai tersangka namun kenapa belum ditahan,” ujarnya.

Sebelumnya, Pada 26 Januari 2023 lalu, Plt Bupati Mimika Johannes Rettob ditetapkan sebagai tersangka Pengadaaan Dua Unit Pesawat di Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Dua Unit Pesawat tersebut adalah Cessna Grand Caravan dan Helikopter Airbus H-125.

Adapun Pengadaaan Pesawat berlangsung pada tahun Anggaran 2015 (**)

HITUNG MUNDUR PEMILU 2024

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here