1000 Balai Pelatihan Kerja Se Indonesia Telah Di Resmikan Wapres Ma’ruf Amin

0
26

Jakarta, Malanesianews, – 1.000 unit Balai Pelatihan Kerja (BLK) se-Indonesia telah selesai diresmikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Maruf Amin, Wapres Ma’ruf juga sekaligus menghadiri rapat koordinasi Rembuk Nasional Vokasi di Pondok Pesantren Cipasung, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (8/6/2021).

Wapres pun seusai acara tampak meresmikan Bank Wakaf Mikro di salah satu pesantren besar di daerah berjuluk kota santri tersebut bersama Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Ida Fauziyah dan Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.

Kedatangan rombongan wapres setelah tiba di Bandara Wiriadinata Tasikmalaya ke lokasi acara memakai iring-iringan mobil Kepresidenan bersama menteri dan pejabat tinggi Negara lainnya. Pengawalan dan penjagaan menuju lokasi acara dilakukan ekstra ketat dan semua awak media mendadak tak bisa masuk lokasi acara dengan alasan masa pandemi Covid-19.

Meski demikian, acara yang berlangsung hanya sekitar dua jam tersebut berjalan sukses sampai akhirnya Wapres kembali lagi ke Bandara Wiriadinata untuk bertolak kembali ke Jakarta pada Selasa siang. Koordinator Kesekretariatan Pontren Cipasung Kabupaten Tasikmalaya, Agus Rahmatul Wahab mengatakan, terpilihnya Pontren Cipasung sebagai lokasi peresmian BLK Kewirausahaan ini menjadi kebanggaan tersendiri.

Pelaksanaan peresmian pun dihadiri beberapa perwakilan BLK seluruh Indonesia baik secara tatap muka langsung dan sebagiannya lagi secara virtual.

“Tadi dilaksanakan di dalam pontren dekat rumah para pimpinan pesantren. Acaranya singkat dan tak bisa dihadiri selain tamu undangan resmi. Penjagaan ini paling pentjming karena sekarang di masa pandemi,” ujarnya.

. Seusai acara selesai, kata Agus, Wapres pun langsung kembali ke Jakarta tanpa menghadiri acara lainnya di Tasikmalaya. Tentunya hal ini menjadi momen penting bagi pesantren karena Wapres bersedia hadir dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat di masa pandemi sekarang ini.

“Ini bukan hanya kebanggaan bagi pesantren saja, tapi masyarakat Tasikmalaya dan Jawa Barat pada umumnya,” pungkasnya.