Silaturahmi Dengan Mahasiswa Kota Tual, Baharudin Farawowan Bicara “Era Digitalisasi”

0
366

Ambon, Malanesianews, – Kandidat Walikota Tual Periode 2024-2029, Dr. Baharudin Farawowan, S.H, M.H, CMLC berbicara digitalisasi dengan Mahasiswa Kota Tual yang ada di Ambon dalam acara “Bacarita Maritim” bersama Baharudin Farawowan di Resto Terapung Pokdakan Baronang, Ambon, Rabu (22/5/2024).

Baharudin memulai dengan pertanyaan paling mendasar yaitu, “Kota Tual taglinenya apa sih? Visinya 15 tahun ini mau dibawah ke darat, ke laut, ke angin, ke udara atau kea wan-awan?” tanya Farawowan di forum diskusi.

Menurutnya, karena proyeksi pembangunan itu yang kemudian berdampak menjadi kesejahteraan rakyat, kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk mahasiswa perantau yang menuntut ilmu di negeri orang.

Baharudin menegaskan, jangankan negeri orang, di kampung sendiri saja orang tua kita masih susah.

“Maka butuh pemimpin yang punya visioner, punya jaringan bukan hanya nasional, tetapi juga internasional,” ungkapnya.

Farawowan menjelaskan, kita harus punya jaringan internasional karena saat ini adalah era digitalisasi.

“Kita bukan lagi hanya menjadi masyarakat Tual, kita bukan lagi hanya menjadi masyarakat Indonesia, tapi hari ini kita menjadi masyarakat dunia,” paparnya.

Hari ini, kata Bahar, kita duduk disini dan posting di facebook, maka orang di luar negeri seperti Amerika bisa melihatnya.

“Kalo katong punya tidak, pake-pake media sosial untuk bakalae baku ancam. Kita tidak mampu mengelolanya untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia,” bebernya.

Artikulli paraprakDi Hadapan Mahasiswa Tual di Ambon, Farawowan: Laut Adalah Masa Depan Kita
Artikulli tjetërTemui Perwakilan Nelayan Kota Tual, Baharudin Farawowan Bicara Transformasi Perikanan Tangkap
WWW.MALANESIA.NEWS
Perubahan sosial budaya yang terjadi di masyarakat menandai bahwa kehidupan sosial sejatinya dinamis. Kita sebagai individu senantiasa mengalami perubahan baik secara fisik maupun intelektualitas. Begitu pula dengan kumpulan individu beserta pola interaksinya yang disebut dengan masyarakat. Masyarakat selalu menginginkan perkembangan kehidupan ke arah yang lebih baik, seperti halnya Masyarakat adat di Kepulauan Kei Provinsi Maluku yang hidup dalam satu Ikatan Hukum Adat yaitu Hukum Larvul Ngabal. Namun demikian Masyarakat adat di Kepulauan Kei Provinsi Maluku masih di hadapkan dengan masalah-masalah mendasar seperti Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi ,Sosial Budaya dan kesejahteraan umum lainnya Untuk mengangkat dan memperjuangkan hak-hak dasar di atas maka Saudara Baharudin Farawowan memprakarsai pembentukan Lembaga Sosial Kemasyrakatan , Wadah yang di beri nama YAYASAN LENTERA EVAV atau yang di singkat YANTE. Yayasan Lentera Evav (YANTE) kemudian di daftarkan pada Notaris dan PPAT Hengki Tengko,SH tanggal 4 Desember 2009 di Langgur Kabupaten Maluku Tenggara dengan Pendiri Herlinda dan Baharudin Farawowan di percayakan menjadi Ketua YANTE.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini