Pelatihan Youth Leadership Forum Berakhir,Ketua Yayasan Lima Sila Ucapkan Terimakasih

0
934

Jayapura, Malanesianews, – Youth Leadership Forum yang di Selenggarakan Yaysan Lima Sila bersama Pemda kota Jayapura di  Sentani Purnama Resort Yoka Kota Jayapura, Papua pada tanggal 7 sampai 9 Februari 2019 telah berakhir.

Kegiatan yang diikuti oleh 100 remaja SMP dan SMU  Kota Jayapura Papua ini merupakan awal dari Program Yayasan Lima Sila  binaan Komarudin Watubun.

Dalam pelatihan metode dibagi menjadi 80% outbond dan 20% teori.Dan ada empat hal yang dititikberatkan dalam youth leadership forum, yaitu TQ leadership yang berisi pengetahuan penentu kepemimpinan yang hikmat bijaksana yakni logika, etika dan estetika. competitive intelligence, leadership skills dan capabilities serta ecopreneurship dan sosiopreneurship.

Di penghujung pelatihan hari ke-2 (Sabtu/08/20) di lakukan gerakan menanam pohon  bagi siswa siswi untuk memberikan pelajaran bahwa seorang pemimpin harus menyatu dengan alam, dengan menanam pohon mereka bisa memahami pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan.

Ketua Yayasn Lima Sila Servas Pandut pada kesempatan ini menyampaikan rasa terimakasih kepada Pemerintah Kota Jayapura atas segala dukungannya sehingga terselenggaranya kegiatan YLF.

“Terimakasih kami ucapkan kepada Bapak Walikota Jayapura Benhur Tommy Mano dan jajarannya yang telah mendukung penuh terselenggaranya YLF di Kota Jayapura ” Ujar Servas

Iapun menyampaikan terimakasih kepada kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura,Kepala-kepala Sekolah,Guru-Guru Pendamping dan Para awak media di kota Jayapura dan semua pihak yang tak dapat di sebutkan satu persatu dalam mendukung Pelatihan Youth Leadership Forum.

Sebagaimana kita ketahui Puncak Penutupan Youth Leadership Forum akan di laksanakan pada malam hari ini bertepatan dengan Hari Ulang Tahun pendiri Yayasan  Komarudin Watubun (Minggu/09/02/20) di tandai dengan Launching Yayasan Lima Sila di Sentani Purnama Resort Yoka Kota Jayapura dan di hadiri Sejumlah Tamu undangan kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia(.MCS)

 

Artikulli paraprakDibuka Walikota Jayapura, Youth Leadership Forum Resmi Digelar
Artikulli tjetërMembanggakan, Papua Bangkit Masuk Nominasi Stadion Terbaik 2019
WWW.MALANESIA.NEWS
Perubahan sosial budaya yang terjadi di masyarakat menandai bahwa kehidupan sosial sejatinya dinamis. Kita sebagai individu senantiasa mengalami perubahan baik secara fisik maupun intelektualitas. Begitu pula dengan kumpulan individu beserta pola interaksinya yang disebut dengan masyarakat. Masyarakat selalu menginginkan perkembangan kehidupan ke arah yang lebih baik, seperti halnya Masyarakat adat di Kepulauan Kei Provinsi Maluku yang hidup dalam satu Ikatan Hukum Adat yaitu Hukum Larvul Ngabal. Namun demikian Masyarakat adat di Kepulauan Kei Provinsi Maluku masih di hadapkan dengan masalah-masalah mendasar seperti Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi ,Sosial Budaya dan kesejahteraan umum lainnya Untuk mengangkat dan memperjuangkan hak-hak dasar di atas maka Saudara Baharudin Farawowan memprakarsai pembentukan Lembaga Sosial Kemasyrakatan , Wadah yang di beri nama YAYASAN LENTERA EVAV atau yang di singkat YANTE. Yayasan Lentera Evav (YANTE) kemudian di daftarkan pada Notaris dan PPAT Hengki Tengko,SH tanggal 4 Desember 2009 di Langgur Kabupaten Maluku Tenggara dengan Pendiri Herlinda dan Baharudin Farawowan di percayakan menjadi Ketua YANTE.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini