Panitia Pelaksana bersama Pemkab Jayapura sepakati Seminar Sentani Strategic Forum akan dilaksanakan 28 Oktber 2026

0
27
Ketua Panitia Sentani Strategic Forum (SSF) 2026 Friets Maurits Felle (Kanan) di damping Sekretaris Baharudin Farawowan (Kiri) menyerahkan Dokumen SSF dan Draft Kajian Akademik kepada Bupati Jayapura yang diterima oleh Asisten 1 Setda Kabupaten Jayapura Gilberd R. Yakwart, (Tengah) (Sentani,13/8/26)
Ketua Panitia Sentani Strategic Forum (SSF) 2026 Friets Maurits Felle (Kanan) di damping Sekretaris Baharudin Farawowan (Kiri) menyerahkan Dokumen SSF dan Draft Kajian Akademik kepada Bupati Jayapura yang diterima oleh Asisten 1 Setda Kabupaten Jayapura Gilberd R. Yakwart, (Tengah) (Sentani,13/8/26)

Sentani, Malanesianews, – Pengelolaan kawasan Sentani selama ini masih cenderung bersifat sektoral, tersebar pada berbagai instansi, serta belum berada dalam satu kerangka kebijakan yang terintegrasi. Akibatnya, program pembangunan, perlindungan lingkungan, penataan ruang, pengembangan pariwisata, pemberdayaan masyarakat adat, dan peningkatan ekonomi lokal belum berjalan secara optimal dan saling mendukung. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya suatu pendekatan baru yang mampu menyatukan seluruh kepentingan dalam satu arah kebijakan kawasan yang komprehensif.

Dalam Sambutannya pada Sosialisasi Sentani Strategic Forum 2026 (Kamis/8/26) Ketua LMA Kabupaten Jayapura Friets Maurits Felle mengatakan Kebutuhan mendesak tersebut mengemuka dalam kegiatan Jaring Aspirasi Masyarakat yang dipimpin oleh Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Papua, Carel S.P. Suebu, S.E., di Sentani, Kabupaten Jayapura, pada Selasa, 30 Juni 2026 sehingga lahirlah kesepakatan akan dilaksanakannya seminar nasional pembangunan Kawasan stretegis sentani atau disebut dengan Sentani Strategic Forum 2026.

“ Forum tersebut dipandang perlu sebagai ruang bersama untuk mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah,, masyarakat adat, akademisi, pelaku usaha, organisasi masyarakat sipil, pemerhati lingkungan, serta seluruh pemangku kepentingan terkait Ujar Friets Maurits Felle yang juga adalah Ketua Sentani Strategic Forum (SSF) Friets Maurits Felle

Pada kesempatan Sosialisasi Sentani Strategic Forum (SSF) 2026 ini Ketua Panitia Friets Maurits Felle di damping Sekretaris panitian Baharudin Farawowan menyerahkan TOR SFF dan Draft Kajian Akademik Badan Otoritas Kawasan Sentani kepada Bupati Jayapura yang diterima oleh Asisten 1 Setda Kabupaten Jayapura Gilberd R. Yakwart, S.STP., M.KP yang juga adalah Ketua Panitia Festival danau Sentani (FDS) 2026.

Dalam kesempatan tersebut Gilberd R. Yakwart, S.STP., M.KP mengungkapkan, bahwa pemerintah daerah sangat mendukung penuh kegiatan yang diinisiasi oleh masyarakat dan lembaga adat ini.

 “Bapak, Bapak dan semua yang berbahagia kegiatan ini sudah sesuai dengan visi misi Bapak Bupati Jayapura terkait penataan kawasan Sentani Dan beliau sudah sampaikan di media Bahkan di setiap momen-momen acara Beliau konsen untuk membangun dan menata wajah Kabupaten Jayapura Semua program kegiatan akan dimuat dan difokuskan di Sentani,” ujarnya.

Iapun berjanji akan meneruskan Dokumen Sentani Strategic Forum dan Drfat Kajian Akademik kepada bupati Jayapura dan mengharapkan lewat kegiatan yang diinisiasi oleh Panitia Pelaksanaan SSF 2026 ini, kami pemerintah sangat berterima kasih karena bisa menjadi mitra dalam pembangunan kota Sentani, terutama dalam penataan kawasan Danau Sentani, Bandara Sentani, dan Gunung Cycloop.Tutupnya.

Sementara itu Sekretaris panitia SSF 2026 yang juga adalah Ceo & Founder LSM The New Papua Foundation (NPF) Baharudin Farawowan mengatakan bahwa tujuan sosialisasi SSF 2026 hari ini para Ondoafi di Sentani dan sekitarnya juga untuk meminta kesediaan Pemerintah Kabupaten jayapura terkait tanggal pelaksanaan seminar nasional SSF nantinya .

 Sebagaimana telah kita dengarkan telah disepakati bersama Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Asisten 1 Bapak Gilberd R. Yakwart bahwa pelaksanaan seminar nasional pembangunan Kawasan stretegis sentani atau disebut dengan Sentani Strategic Forum 2026 (SFF) 2026 pada tanggal 28 Oktober Mendatang Tutup Farawowan (MCS)