MUHASABAH DI HARI JADI: PMII Tanah Papua dan Amanah Keberpihakan

0
25

Jayapura, Malanesianews, – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke-66 tahun ini menjadi ajang refleksi mendalam bagi segenap kader dan alumni di Bumi Cendrawasih. Mantan Ketua Umum PKC PMII Papua-Irian Jaya Barat periode 2004-2007, Baharudin Farawowan, menegaskan bahwa pertambahan usia organisasi ini bukanlah sekadar seremoni belaka, melainkan sebuah momen muhasabah atas realitas ketimpangan dan ketidakadilan yang masih dirasakan nyata di Tanah Papua.

Baharudin menyoroti melemahnya nalar kritis dan aksi nyata di tubuh organisasi saat ini. Menurutnya, kader PMII harus kembali pada khittah perjuangan yang berlandaskan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah, yang mengajarkan keseimbangan, toleransi, dan keadilan. Ia menilai, ketika menghadapi ketidakadilan di tengah masyarakat, sikap diam bukanlah sebuah kenetralan, melainkan kegagalan dalam menjalankan tanggung jawab moral di hadapan Tuhan.

“Ironisnya, hari ini diskusi wacana pun sepi, apalagi aksi nyata. Ini bukan hanya krisis gerakan, tetapi juga tanda melemahnya keberpihakan. Kita harus ingat pesan Rasulullah SAW bahwa melihat kemungkaran harus diubah dengan tindakan, lisan, atau minimal dengan hati sebagai selemah-lemahnya iman,” ujar Baharudin Farawowan dalam keterangan tertulisnya di Jayapura, Jumat (17/4).

Lebih lanjut, ia mendorong agar PMII di Tanah Papua tidak terjebak dalam zona nyaman atau sekadar menjadi penonton perubahan. Kader diharapkan mampu menjadi penyambung lidah rakyat yang berani bersuara, sementara para alumni memiliki kewajiban menjaga nilai-nilai pergerakan dalam setiap posisi strategis yang mereka emban. Baginya, memperjuangkan keadilan sosial bukan hanya agenda organisasi, melainkan bagian integral dari ibadah.

Menutup pesannya, Baharudin mengajak seluruh elemen pergerakan untuk bangkit dan mempertegas posisi keberpihakan mereka terhadap rakyat Papua, bangsa, dan negara. “Jangan sampai kita tahu ada ketidakadilan, tetapi memilih diam. Selamat HUT PMII. Saatnya kita benar-benar hadir dan berpihak untuk Tanah Papua,” tegasnya sebagai pengingat bagi seluruh keluarga besar biru-kuning di wilayah paling timur Indonesia tersebut.

PMII sendiri resmi lahir pada 17 April 1960 di Surabaya, bermula dari musyawarah mahasiswa Nahdliyin yang ingin membentuk wadah independen namun tetap berakar pada tradisi pesantren. Organisasi ini berasaskan Pancasila dan berafiliasi dengan paham Ahlussunnah wal Jama’ah, dengan misi utama mencetak intelektual muslim yang kritis, transformatif, dan berkomitmen terhadap kemanusiaan. Sejak kelahirannya, PMII telah menjadi salah satu organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia yang aktif mengawal isu-isu kerakyatan dan kebangsaan.