Masyarakat Lapago Demo Di Kantor DPRD Jayawijaya Sampaikan Enam Tuntutan

0
426
Ratusan masyarakat lapago demo di kantor dewan perwakilan rakyat daerah atau DPRD Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan

Wamena, MalanesiaNews, – Ratusan masyarakat lapago demo di kantor dewan perwakilan rakyat daerah atau DPRD Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan, untuk menyampaikan sejumalah aspirasi dan tuntutan Kepada DPRD, Pada Senin 13/3/2023 Pagi.

Koordinator lapangan atau Korlap Aksi Yutius Kogoya, mengatakan hari ini kami dari seluruh lapisan masyarakat lapago yang tergabung dari delapan kabupaten pemekaran kota se-Papua Pegunungan, melakukan aksi demo untuk menyampaikan beberapa aspirasi dan tuntutan kepada pemerintah daerah khusus DPRD Kabupaten Jayawijaya di antaranya,

Pertama kami meminta orang pendatang atau Non Papua di larang untuk memelihara babi dan jual beli babi apalagi babi di datangkan dari Jayapura, Timika dan Merauke untuk jual di Wamena, kedua kami minta orang Non OAP dilarang jual Pinang Kecuali jual eceran tidak boleh jual kiloan, Ketiga sayur-sayuran di datangkan dari luar kota wamena, ke empat di larang jual kayu bakar maupun kayu balok dan papan dan kelima Non OAP di larang melakukan cakar bongkar di Wamena, ke enam untuk tukang ojek harus OAP.

“Intinya semua itu harus keberpihakan kepada Orang asli papua atau OAP sehinga kami meminta kepada DPRD harus di Perdakan terkait dengan beberapa tuntutan tersebut” Katanya

Tabuni Juga menambahkan, “Jika DPRD tidak segera menetapkan atau perdakan hal itu maka kami mengkhawatirkan akan terjadi konflik Horizontal antara masyarakat OAP dan Non OAP sehinga penting sekali di lakukan sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar hal -hal yang tak kita inginkan bersama itu tidak terjadi di kemudian hari, imbuhnya

“untuk mengantisipasi hal itu maka pemerintah bersama DPRD segera menetapkan aturan atau perdakan hal itu agar menjadi dasar hukum bagi kita semua” katanya

Sementara itu ketua DPRD Komisi B Iwan Asso, seusai menerima aspirasi dari masa aksi mengatakan, hari ini Bapak/Ibu hadir di tempat ini untuk mendukung kami dalam menjaring aspirasi terkait dengan aturan perda yang akan kita jalankan sehinga kita juga berterima kasih karena sudah mendukung perda mau tak mau aturan perda ini harus jadi, Katanya.

Khusus untuk komisi A saat ini juga kita sedang pusing karena mau mengatur seperti bahan bakar minyak (BBM) kita kesini kesana semuanya ada masalah di setiap titik dan sementara untuk jualan pinang seperti di pasar Jalan Safri Darwin juga kebanyak tak mengantongi ijin usaha maka kaloh hari ini Bapak/Ibu datang untuk menyampaikan hal ini berarti kita bisa menyelesaikan sedikit demi sedikit dengan masalah yang kita hadapi selama ini, pungkasnya

“sementara untuk para tukang ojek dalam waktu dekat kita akan lakukan pemangilan sehinga mereka juga tahu terkait dengan tugas dan tangung jawab dalam hal ini seperti kelengkapan surat -surat dll sesuai aturan yang ada”

“OAP juga harus tahu kita kasih kebebasan sepenuhnya kepada OAP tetapi harus taat aturan seperti rajin membayar pajak kepada pemerintah” katanya

sementara untuk sayuran dan bumbu yang di datangkan dari Jayapura itu saat ini mama -mama Papua sendiri tidak mampu mencukupi kebutuhan yang ada di Jayawijaya, maka terpaksa harus di datangkan dari luar daerah tetapi masalahnya terkait harga yang tidak terkontrol secara baik oleh para pelaku usaha yaitu harganya ratusan sampai jutaan rupiah hal itu tidak sebading dengan harga normal yang ada, katanya

lebih lanjut, Asso menyapaikan terima kasih atas kepedulian Bapak/Ibu bisa hadir bersama kami untuk mendukung mama -mama pasar agar bisa berkarya di tempat ini dan ada hasil bumi yang bisa di kembangkan di atas tanah kita sendiri,

“Jadi dalam waktu dekat kita akan pangil setiap koordinator dari masing-masing usaha dan kita akan lakukan rapat bersama untuk menyatuhkan padangan, pikiran dan prepsepsi bagimana kita mengatur dan meperdahkan aturan-aturan yang telah di sampaikan sesuai asprasi hari ini”

HITUNG MUNDUR PEMILU 2024

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here