KPU: Anggaran Pilkada Serentak 2024 Provinsi Papua Mencapai Rp 155 M

0
348

Jayapura, Malanesianews, – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua, Steve Dumbon mengungkapkan, anggaran untuk membiayai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 di Provinsi Papua mencapai Rp. 155 milyar, yang proses dan tahapannya sudah mulai dilakukan, diantaranya partai politik mulai membuka pendaftaran.

“Memang benar berbagai persiapan saat ini sudah dilakukan menjelang pemungutan suara yang akan dilaksanakan bulan November 2024,” kata Steve Dumbon.

Ia menjelaskan, untuk pendaftaran bakal calon kepala daerah baik bupati, walikota hingga gubernur bakal dilaksanakan pada Agustus mendatang.

Menurutnya, KPU Papua sudah siap melaksanakan tahapan Pilkada serentak 2024 yang tersebar di sembilan labupaten atau kota, yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi, Biak Numfor, Supiori, Yapen, Waropen dan Mamberamo Raya.

Saat ditanya tentang Jumlah Pemilih Tetap (DPT) di Papua, Stev mengatakan, jumlah DPT saat pemilu legislatif serta presiden dan wakil presiden tercatat 727.835 pemilih yang memilih di 3.109 TPS.

“Mudah-mudahan tahapan Pilkada Papua dapat berjalan lancar karena saat ini semua daerah sudah memiliki komisioner KPU,” pungkasnya.

Artikulli paraprakGiatkan Program Percepatan Penurunan Stunting, Kantor DP2KB Jadi Sekretariat Bersama 18 OPD
Artikulli tjetërAmbil Formulir Pendaftaran, Frans Pekey Siap Calonkan Diri di Pilkada Kota Jayapura
WWW.MALANESIA.NEWS
Perubahan sosial budaya yang terjadi di masyarakat menandai bahwa kehidupan sosial sejatinya dinamis. Kita sebagai individu senantiasa mengalami perubahan baik secara fisik maupun intelektualitas. Begitu pula dengan kumpulan individu beserta pola interaksinya yang disebut dengan masyarakat. Masyarakat selalu menginginkan perkembangan kehidupan ke arah yang lebih baik, seperti halnya Masyarakat adat di Kepulauan Kei Provinsi Maluku yang hidup dalam satu Ikatan Hukum Adat yaitu Hukum Larvul Ngabal. Namun demikian Masyarakat adat di Kepulauan Kei Provinsi Maluku masih di hadapkan dengan masalah-masalah mendasar seperti Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi ,Sosial Budaya dan kesejahteraan umum lainnya Untuk mengangkat dan memperjuangkan hak-hak dasar di atas maka Saudara Baharudin Farawowan memprakarsai pembentukan Lembaga Sosial Kemasyrakatan , Wadah yang di beri nama YAYASAN LENTERA EVAV atau yang di singkat YANTE. Yayasan Lentera Evav (YANTE) kemudian di daftarkan pada Notaris dan PPAT Hengki Tengko,SH tanggal 4 Desember 2009 di Langgur Kabupaten Maluku Tenggara dengan Pendiri Herlinda dan Baharudin Farawowan di percayakan menjadi Ketua YANTE.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini