Indonesia Tandatangani LOI Senilai 150 Juta USD, Untuk Ekspor Sarang Burung Walet Ke China

0
35

Jakarta, Malanesianews, – Indonesia dan China menandatangani Letter of Intent (LOI) untuk pembelian produk sarang burung walet senilai 150 juta dollar AS atau sekitar Rp 2,2 triliun yang akan dilakukan pada 2021.

LOI ini ditandatangani Atase Perdagangan (Atdag) Beijing, Marina Novira dan General Manager of Production Center dari Xiamen Yan Palace Seelong Food Co., Ltd, Huang Danyan pada 28 Oktober 2020 di Xiamen, China. Xiamen Yan Palace Seelong Food merupakan perusahaan importir dan pabrik pengolahan sarang burung walet yang menggunakan 100 persen produknya dari Indonesia.

“Diharapkan seluruh perwakilan perdagangan di luar negeri dapat semakin aktif dalam mempromosikan produk Indonesia yang dapat meningkatkan nilai ekspor,” ujar Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dalam keterangannya, Jumat (6/11).

Sementara itu, Atdag Beijing Marina mengatakan, melalui LOI ini diharapkan nilai ekspor produk sarang burung walet Indonesia akan meningkat dan dapat memberikan kontribusi terhadap kinerja ekspor nonmigas nasional.

“Hal ini mengingat Indonesia merupakan produsen sarang burung walet terbesar di dunia, sedangkan China merupakan konsumen sarang burung walet terbesar di dunia,” ujarnya.

Marina menjelaskan, saat ini baru ada 23 perusahaan sarang burung walet yang terdaftar di Bea Cukai China dan secara resmi dapat mengekspor produknya ke China. Selain itu, ada 13 perusahaan terdaftar yang telah diinspeksi Bea Cukai China pada Desember 2019 terkait permohonan izin peningkatan kapasitas volume ekspor.

“Untuk itu, kami masih membahas secara intensif dengan pemerintah China, proses inspeksi dapat segera selesai sehingga nilai ekspor produk sarang burung walet dapat bertambah mengingat tingginya permintaan terhadap komodtias tersebut di China,” ujarnya.

Pada periode Januari-Agustus 2020, total nilai impor sarang burung walet yang dilakukan China sebesar 275,7 juta dollar AS. Dari jumlah tersebut, sebanyak 73,7 persen impornya berasal dari Indonesia sebesar 203 juta dollar AS. Adapun nilai impor China terhadap sarang burung walet pada periode tersebut tercatat meningkat 90,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.