Hingga Oktober 2026, PLN Terangi 128 Desa Terisolasi di Tanah Papua

0
18

Jayapura, Malanesianews, – PT PLN (Persero) berhasil memperluas akses kelistrikan di wilayah Indonesia timur dengan melistriki 128 desa yang tersebar di empat provinsi di Tanah Papua hingga periode Oktober 2026. Capaian ini direalisasikan melalui Program Listrik Desa (Lisdes) sebagai bagian dari strategi nasional pemerataan infrastruktur dan penguatan keadilan energi di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Kehadiran energi listrik di kawasan pelosok ini menembus berbagai keterbatasan geografis serta tantangan aksesibilitas jaringan darat. Guna menaklukkan medan ekstrem Bumi Cenderawasih, PLN mendorong pemanfaatan berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT), mulai dari sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal hingga Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di daerah-daerah terisolasi.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menegaskan keberhasilan melistriki 128 desa ini merupakan komitmen jangka panjang perseroan demi menjamin kedaulatan energi di tingkat tapak. Roberth menyampaikan bahwa seluruh jajaran petugas teknis di lapangan terus bergotong-royong mengangkut material berat demi memastikan daya listrik dapat menyokong kebutuhan harian warga.

Upaya ekspansi infrastruktur kelistrikan ini tidak berhenti pada capaian Oktober 2026. PLN telah merancang peta jalan (roadmap) elektrifikasi lanjutan yang menyasar 199 desa tambahan di enam provinsi Tanah Papua—termasuk Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan—yang ditargetkan rampung secara bertahap hingga 2027 mendatang.

Langkah strategis tersebut mendapatkan apresiasi dari parlemen lantaran dinilai berdampak langsung terhadap percepatan roda ekonomi, sektor pendidikan, serta pelayanan kesehatan masyarakat daerah terpencil. Masuknya aliran listrik diharapkan mampu mendorong produktivitas usaha mikro lokal sekaligus meningkatkan taraf hidup warga pedalaman Papua secara berkelanjutan.