Di Balik Rapat Maraton Prabowo, MBG Masih Dibayangi Persoalan Teknis

0
26

Jakarta, Malanesianews, – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas selama sekitar empat jam di Istana Negara, Rabu (15/7/2026), untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. Rapat tersebut menghasilkan sejumlah keputusan strategis, di tengah berbagai tantangan implementasi kedua program yang masih menjadi sorotan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah memutuskan Koperasi Desa Merah Putih tidak akan difungsikan sebagai ritel modern. Sebaliknya, koperasi akan menjadi infrastruktur penyaluran bantuan sosial, barang bersubsidi, sekaligus berperan sebagai pembeli hasil produksi pertanian masyarakat ketika harga komoditas jatuh di bawah harga yang ditetapkan pemerintah.

Meski demikian, pemerintah masih menghadapi pekerjaan rumah dalam memastikan efektivitas program MBG. Zulhas mengakui masih terdapat sejumlah persoalan di lapangan, mulai dari potensi penyalahgunaan hingga belum tersedianya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah wilayah yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah menargetkan proses pembenahan dapat diselesaikan dalam waktu satu bulan. Hasil evaluasi selanjutnya akan dilaporkan kepada Presiden sebagai dasar penentuan kebijakan lanjutan. Langkah ini dinilai menjadi ujian bagi pemerintah untuk memastikan program prioritas berjalan sesuai sasaran dan tidak terkendala persoalan teknis maupun tata kelola.

Rapat terbatas itu juga dihadiri sejumlah menteri dan pejabat terkait, termasuk Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Agustina Arumsari, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Desa Yandri Susanto, serta pejabat lainnya. Kehadiran lintas kementerian menunjukkan koordinasi antarlembaga masih menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan implementasi MBG dan Koperasi Desa Merah Putih di daerah.