Bulog Pasok 179,70 Ton Jagung SPHP ke Papua, Jaga Stabilitas Harga Pakan Peternak

0
23

Jayapura, Malanesianews, – Perusahaan Umum (Perum) Bulog Kantor Wilayah Papua merealisasikan penyaluran pasokan pasok jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 179,70 ton kepada para peternak di wilayah Papua. Penyaluran ini ditujukan untuk menjaga keterjangkauan harga pakan ternak sekaligus menyokong keberlanjutan usaha para peternak ayam petelur skala mikro di wilayah timur Indonesia tersebut.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Papua, Chairul Mazhar, menyatakan bahwa hingga 5 November 2026, realisasi distribusi jagung SPHP tersebut telah mencapai 72,34 persen dari total alokasi pagu penyaluran tahap kedua untuk wilayah Papua yang ditetapkan sebesar 248,40 ton. Program penyaluran ini dilakukan secara intensif demi memastikan ketersediaan bahan baku pakan pokok tetap terjaga.

Langkah strategis ini difokuskan untuk meringankan beban operasional peternak mandiri dan UMKM peternakan yang kerap dihadapkan pada tantangan fluktuasi harga pakan komersial dan akses logistik di tanah Papua. Penyerahan pasokan jagung SPHP secara simbolis dan masif salah satunya digelar melalui kegiatan Sinergi BUMN Pangan Bersama Peternak Ayam Petelur Mikro di Kelurahan Koya Timur, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.

Selain penyaluran jagung SPHP, pemerintah melalui kolaborasi Bulog dan ID FOOD juga menjalankan program penguatan rantai pasok pangan dengan melakukan komitmen pembelian telur ayam dari peternak mikro. Program penyerapan hasil produksi ternak lokal ini disiapkan dengan total anggaran mencapai Rp30 miliar yang dieksekusi secara bertahap hingga Desember 2026.

Upaya terintegrasi antara intervensi harga pakan dan kepastian pasar hasil ternak ini menjadi bagian mendasar dari komitmen Perum Bulog dalam mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. Melalui keterjaminan stok jagung SPHP dan stabilisasi harga telur, Bulog optimistis ekosistem peternakan di Papua dapat semakin mandiri, berdaya saing, serta mampu menopang pasokan pangan lokal secara optimal.