BMKG Prediksi El Nino Bertahan Hingga Awal 2027: Gelombang Kekeringan Mengancam Ketahanan Pangan Indonesia Timur

0
17

Jakarta, Malanesianews, – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa fenomena pemanasan suhu permukaan laut atau El Nino diprediksi masih akan bertahan di Indonesia hingga awal tahun 2027 mendatang. Kehadiran iklim ekstrem yang telah mencapai intensitas kuat ini memicu pergeseran pola cuaca nasional, yang berimbas langsung pada mundurnya awal musim hujan di lebih dari separuh Zona Musim (ZOM) wilayah Nusantara.

Dampak utama dari bertahahnya fenomena ini adalah ancaman kekeringan berkepanjangan yang berpotensi memicu krisis air bersih serta menurunkan produktivitas sektor pertanian secara signifikan. Penurunan curah hujan secara drastis di berbagai daerah tak hanya memicu risiko gagal panen pada tanaman pangan utama seperti padi dan jagung, tetapi juga meningkatkan eskalasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kondisi paling krusial dirasakan oleh kawasan Indonesia bagian timur, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Maluku, hingga sebagian wilayah Papua. Karakteristik wilayah timur yang secara alamiah cenderung lebih kering kini menghadapi tantangan berat akibat surutnya sumber air baku dan ancaman gagal tanam yang membayangi para petani lokal. Narasi keterbatasan akses air bersih serta krisis pangan di pulau-pulau terluar menjadi gambaran nyata bagaimana dampak iklim menyerang daerah pesisir dan pedalaman.

Pemerintah melalui kementerian terkait dan BMKG mengimbau seluruh pemerintah daerah untuk memperkuat langkah mitigasi benteng pangan serta tata kelola air nasional. Penyiapan pasokan air cadangan, optimasi jaringan irigasi pertanian, hingga distribusi bantuan darurat air bersih ke wilayah-wilayah krisis tinggi terus diprioritaskan guna meminimalisasi potensi kerugian ekonomi dan sosial.

Meskipun hujan diproyeksikan mulai turun secara bertahap di sejumlah wilayah mulai akhir kuartal tahun ini, BMKG mengingatkan bahwa pemulihan kondisi iklim secara menyeluruh baru akan terasa berangsur normal seiring berakhirnya El Nino pada kuartal pertama 2027. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang fluktuatif selama masa transisi cuaca tersebut.