Bahas Nasib Pengusaha Muda Papua di Sektor Tambang, Ketua HIPMI Papua Tidak Hadir

0
32
Dinilai Minim Komitmen terhadap Masa Depan Pengusaha Muda Papua

Jayapura, Malanesianews, — Diskusi Publik Online yang diselenggarakan oleh New Papua Foundation (NPF) dengan tema “Masa Depan Papua di Tengah Industri Tambang” dalam rangka Refleksi Hari Kebangkitan Nasional berlangsung dinamis dan mendapat perhatian luas dari masyarakat Papua maupun peserta dari luar daerah.

Forum yang menghadirkan pembicara nasional dan daerah tersebut membahas masa depan pengelolaan sumber daya alam Papua, keterlibatan masyarakat adat, peluang ekonomi daerah, hingga kesiapan sumber daya manusia Papua menghadapi industri pertambangan modern.

Namun di tengah antusiasme peserta, muncul kekecewaan dari sebagian peserta diskusi terkait ketidakhadiran Ketua HIPMI Papua Supriadi Laling  yang sebelumnya telah di surati,didatangi hinggal dijadwalkan hadir sebagai narasumber.

Beberapa peserta menilai absennya Ketua HIPMI Papua tanpa kehadiran perwakilan atau utusan resmi menunjukkan kurangnya keseriusan organisasi dalam merespons isu strategis yang menyangkut masa depan pengusaha muda Papua.

“Forum ini membahas masa depan ekonomi Papua dan industri tambang yang akan sangat menentukan arah pengusaha muda Papua ke depan. Sangat disayangkan HIPMI Papua tidak hadir ataupun mengirim utusan resmi,” ujar Moderator Abdul Haris Nepe

Peserta lainnya menilai bahwa HIPMI sebagai organisasi pembinaan pengusaha muda seharusnya menjadi garda depan dalam membangun kesiapan generasi muda Papua menghadapi tantangan investasi dan industrialisasi di Papua.

‘Peserta Diskusi Publik NPF refleksi hari kebangkitan nasional 20 Mei 2026’

Menurut Ceo & Fonuder NPF Baharudin Farawowan, ketidakhadiran tersebut menimbulkan kesan bahwa HIPMI  Papua masih belum maksimal hadir dalam ruang-ruang diskusi strategis yang menyangkut:

  • Hilirisasi industri;
  • Pemberdayaan pengusaha lokal;
  • Keterlibatan OAP dalam sektor pertambangan;
  • dan penguatan ekonomi Papua ke depan.

“Kalau bicara masa depan Papua, maka pengusaha muda Papua harus hadir dalam ruang gagasan. Jangan sampai masyarakat melihat HIPMI jauh dari harapan generasi muda Papua,” ungkapnya

Meski demikian, forum diskusi tetap berjalan aktif dengan berbagai pandangan kritis dari para narasumber yang hadir termasuk Kepala Dinas ESDM Papua, Diskusi publik ini menjadi bagian dari penguatan literasi digital masyarakat Papua melalui pemanfaatan Zoom Meeting dan media sosial sebagai sarana edukasi publik yang murah, terbuka, dan menjangkau peserta lintas daerah.(MCS)