Antara Investasi Atau Tidak, Berikut Penjelasan Menteri Luhut Tentang Tesla

0
427

Jakarta, Malanesianews, – Menko Luhut memastikan, Indonesia dan Tesla masih terus melakukan komunikasi atas rencana kerjasama dengan Indonesia. Luhut juga menyakinkan bahwa Tesla masih tertarik investasi di Indonesia.

“Kita ini bukan negara jelek. Beberapa malam yang lalu, Tesla masih mengejar kita, masih diskusi, semua masih berjalan dan berlanjut,” tegas Luhut dalam pembukaan Rakernas saat membuka Rakernas Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Selasa (9/3) lalu.

Menurut Luhut, hingga saat ini, Indonesia masih memiliki non disclosure agreement atau NDA dengan Tesla. NDA adalah perjanjian antara para pihak untuk menjaga kerahasian informasi atau material terentu yang tak boleh diketahui pihak lain.

Lantaran itu pula, Luhut tak bisa memberikan detail soal rencana Tesla di di Indonesia, termasuk ketertarikan perusahaan milik Elon Musk itu. Yang pasti, kata Luhut, mereka melihat potensi yang dimiliki Indonesia.

“Itulah kenapa saya pikir mereka jangan begging-begging (memohon). Hey you need us, kita juga butuh mereka. Jadi harus seimbang, jangan sampai kita ditempatkan posisi untuk meminta-minta,” ujar Luhut.

Luhut juga mengingatkan, ia tak pernah mengeluarkan peryataan Tesla akan membangun perusahaan mobil listrik di Indonesia, tapi ingin berbisnis lain.

Dalam berbagai kesempatan, mantan Dubes RI untuk Singapura ini menjelaskan potensi Indonesia masih menarik bagi Tesla. Indonesia memiliki nickel ore yang berlimpah.
Tesla memang berencana masuk India dengan membangun pabrik mobil listrik di sana.  Hanya saja, rencana itu baru akan dilakukan di 2025. Kata Luhut dalam kurun waktu, banyak yang bisa terjadi termasuk kemudian rencana itu batal.

Kata Luhut: Indonesia memiliki  bahan baku yang dibutuhkan untuk pembuatan kerangka mobil seperti bauksit,nickel ore, hingga copper. Itulah sebabnya, pemerintah terus mendorong pengembangan industri kepada industri hulu dan turunan dari mobil listrik salah satunya baterai.

Salah satu rencana yang terungkap adalajh Tesla ingin mengembangkan Energy Storage System (ESS). Sederhananya,  ESS ini seperti ‘power bank’ dengan giga baterai skala besar yang bisa menyimpan tenaga listrik besar hingga ratusan mega watt (MW) dan bisa dijadikan sebagai stabilisator atau untuk pengganti pembangkit peaker (penopang beban puncak).

Selain Tesla, beberapa perusahaan dari China seperti China Contemporary Amperex Technology (CATL) dan LG asal Korea Selatan juga dalam pendekatan masuk Indonesia.

Luhut juga menjelaskan, pemerintah juga akan mendorong produksi asam sulfat sebagai zat yang dibutuhkan dalam pembuatan lithium baterai dengan menjadikan Weda Bay sebagai lokasi produksi asam sulfat dan lithium baterai di 2023.

Targetnya. “Kita bisa membangun global supply chain untuk lithium baterai di Indonesia begitu juga dengan turunannya,” ujar Luhut.

Weda Bay merupakan kawasan industri pertama terintegrasi di Indonesia untuk memfasilitasi proses pengolahan mineral dan produksi komponen baterai kendaraan listrik.
Kawasan Industri Weda Bay dikembangkan di Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, Propinsi Maluku Utara, Indonesia dan sudah memulai konstruksi sejak dilakukan upacara peletakan batu pertama di (Pilling Ceremony) di tahun 2018, yang dihadiri oleh Luhut Pandjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

 

HITUNG MUNDUR PEMILU 2024

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here