Perkuat Hubungan Antar Dua Negara, Menlu Retno Temui Menlu AS Bahas Kerja Sama Bidang Kesehatan

0
227

Jakarta, Malanesianews, – Demi perkuat hubungan bilateral antara Negara Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi bertemu Menlu Amerika AS Antony Blinken dalam First Meeting of Strategic Dialogue di Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (3/8/2021).

Kerja sama di bidang kesehatan merupakan salah satu isu yang dibahas dalam pertemuan. Indonesia menjajaki kerja sama jangka panjang terkait penanganan pandemi Covid-19, mulai dari penyediaan obat terapeutik hingga pengembangan vaksin dengan teknologi mRNA dan penguatan sistem ketahanan kesehatan global.

“Upaya kerja sama jangka panjang penting dalam upaya mengurangi kesenjangan akses global terhadap vaksin dan obat-obatan Covid-19 serta mengantisipasi potensi terjadinya pandemi di masa yang akan datang,” kata Retno dalam keterangan tertulis, Rabu (4/8/2021).

Retno juga mengapresiasi kerja sama dan dukungan AS kepada Indonesia selama pandemi. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Pada awal pandemi, AS telah memberikan dukungan 1.000 ventilator dan peralatan medis kepada Indonesia. Kemudian, memberikan lebih dari 8 juta vaksin moderna dengan mekanisme dose-sharing melalui covax facility. AS juga telah mengumumkan tambahan dukungan kepada Indonesia sebesar 30 juta dolar untuk penanganan pandemi.

Selain itu, kedua menlu membahas potensi adamya ruang dalam rangka peningkatan kerja sama di bidang ekonomi. Retno menjelaskan mengenai Undang-Undang Cipta Kerja yang diyakini dapat membantu peningkatan investasi AS di Indonesia. Baca juga: 1,5 Juta Dosis Vaksin Moderna Tiba di Indonesia, Pengiriman Tahap Kedua dari AS Retno juga menekankan pentingnya kelanjutan pembahasan Limited Trade Agreement antara dua negara.

Dalam kesempatan itu, Retno menyampaikan, Indonesia merupakan negara demokrasi dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Ia menilai, kemitraan strategis yang kokoh antara Indonesia dan AS akan merjadi aset bagi AS dalam meningkatkan engagement dengan Asia Tenggara dan Asia. Menurut Retno, AS juga merupakan salah satu mitra penting dalam mengimplementasikan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific.

Selanjutnya, Retno berharap dukungan AS bagi presidensi Indonesia di G-20 tahun depan, untuk menciptakan pemulihan ekonomi dunia yang inklusif, hijau dan berkesinambungan. Sebagai informasi, Indonesia dan AS telah memiliki kemitraan strategis pada 2015.