Mantan Gubernur Papua, Barnabas Suebu Serukan Masyarakat Jangan Pilih Pemimpin yang Tak Paham Isu Lingkungan

0
612

Jayapura, Malanesianews – Setelah sekian lama tak terlihat dan tak terdengar kabarnya, sosok mantan Gubernur Papua, Barnabas Suebu tiba-tiba muncul ke media dan memberikan statemen kepada wartawan. Kali ini ia menyoroti langkah pemerintah dalam melakukan perlindungan hutan dan lingkungan hidup.

Hal utama yang disinggungnya adalah menyangkut kondisi Gunung Cyloop dan Kawasan Hutan Bakau di Teluk Youtefa yang menurutnya sangat mengkhawatirkan. Padahal, menurut dia, semua sudah ada aturan mainnya, tinggal diawasi dan dilakukan penegakan hukum. Selama itu tidak dilakukan maka bencana atau musibah akan tiba.

Ia pun lalu meminta agar masyarakat cerdas dalam memilih pada Pemilu 2024.

“Saat saya turun dan pensiun dari pemerintahan serta politik, saya menitipkan tiga hal. Pertama soal Cyloop dan lingkungan kemudian soal kemanusiaan dan ketiga terkait pelayanan terhadap Tuhan. Ini yang masih coba saya perjuangkan termasuk menitipkan pesan untuk pemerintahan tetap memperhatikan masyarakat di kampung-kampung yang mungkin tidak memiliki daya untuk bangkit,” kata Barnabas Suebu saat berada di Restoran Yougwa, Sentani, Sabtu (22/7/2023).

Pria yang akrab disapa Kakak Bas, juga menitipkan pesan kepada masyarakat untuk memilih pemimpin yang punya komitmen dan peduli terhadap lingkungan.

“Bayangkan saja kalua tidak mengerti soal apa itu konservasi, bisa saja ketika ada sampah di depannya dia akan membiarkannya begitu saja. Lalu untuk Kota Jayapura saya pikir perlu mencari sosok yang juga sama yang memiliki konsep untuk pelestarian sebab hutan kota sangat minim. Harus dijaga diproteksi dan dilestarikan jadi jangan memilih mereka yang tidak peduli terhadap lingkungan apalagi memilih karena sudah menerima sesuatu. Itu bahaya,” tandasnya.

(AIS)

Artikulli paraprakBerlayar Hingga Menetap di Desa Ohoiren Maluku Pada Abad Ke 19, Tuan Farawowan Membawa Keramik Majapahit Dengan Stempel Cina
Artikulli tjetërMasyarakat dan Pemuda Adat Minta Doren Wakerkwa Stop Manuver Politik di Keerom
WWW.MALANESIA.NEWS
Perubahan sosial budaya yang terjadi di masyarakat menandai bahwa kehidupan sosial sejatinya dinamis. Kita sebagai individu senantiasa mengalami perubahan baik secara fisik maupun intelektualitas. Begitu pula dengan kumpulan individu beserta pola interaksinya yang disebut dengan masyarakat. Masyarakat selalu menginginkan perkembangan kehidupan ke arah yang lebih baik, seperti halnya Masyarakat adat di Kepulauan Kei Provinsi Maluku yang hidup dalam satu Ikatan Hukum Adat yaitu Hukum Larvul Ngabal. Namun demikian Masyarakat adat di Kepulauan Kei Provinsi Maluku masih di hadapkan dengan masalah-masalah mendasar seperti Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi ,Sosial Budaya dan kesejahteraan umum lainnya Untuk mengangkat dan memperjuangkan hak-hak dasar di atas maka Saudara Baharudin Farawowan memprakarsai pembentukan Lembaga Sosial Kemasyrakatan , Wadah yang di beri nama YAYASAN LENTERA EVAV atau yang di singkat YANTE. Yayasan Lentera Evav (YANTE) kemudian di daftarkan pada Notaris dan PPAT Hengki Tengko,SH tanggal 4 Desember 2009 di Langgur Kabupaten Maluku Tenggara dengan Pendiri Herlinda dan Baharudin Farawowan di percayakan menjadi Ketua YANTE.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini