Launcing Bulan Bung Karno 2026, BTM: Kota Jayapura dahulu bernama Sukarnopura

0
52

Jayapura, Malanesianews, – PD PDI Perjuangan Provinsi Papua resmi meluncurkan (launching) Agenda Bulan Bung Karno 2026 pada Selasa, 26 Mei 2026 mulai pukul 19.00 WIT. Kegiatan strategis yang mengusung tema “Papua dalam Nafas Marhaenisme Bung Karno” ini berpusat di Halaman Rumah Ketua DPD PDI Perjuangan Papua, Benhur Tomi Mano (BTM),. Momentum peluncuran agenda tahunan ini turut dirangkaikan dengan acara pendukung berupa Nonton Bareng (Nobar) film “Pesta Babi” serta diskusi publik sebagai ruang refleksi bersama mengenai realitas sosial di tanah Papua.

Dalam sambutan pembukanya (opening speech), Benhur Tomi Mano menegaskan bahwa peluncuran Agenda Bulan Bung Karno ini menjadi pengingat penting atas kuatnya ikatan historis antara bapak pendiri bangsa dan bumi cenderawasih. BTM mengingatkan seluruh kader dan masyarakat yang hadir bahwa Bung Karno adalah sosok yang memerdekakan Indonesia, dan sebagai bentuk penghormatan, ibu kota Papua dahulu kala pernah dinamai Sukarnopura. Melalui perayaan Bulan Bung Karno ini, ideologi Marhaenisme diharapkan dapat terus dihidupkan untuk mengawal pembangunan dan kesejahteraan di Papua.

Menyikapi dinamika situasi terkini, BTM mengajak semua pihak untuk bersikap lebih jernih dan bijak dalam merespons berbagai isu yang belakangan ini kerap memicu amarah dan rasa tersinggung. Di hadapan warga yang hadir, ia menekankan bahwa yang terpenting saat ini bukanlah siapa yang berbicara paling keras di ruang publik, melainkan kesediaan untuk mendengar suara jujur masyarakat dari kampung-kampung. Melalui film “Pesta Babi” yang ikut diputar, penonton diajak melihat realitas bahwa di balik riuh rendahnya situasi politik, ada kebutuhan mendasar rakyat kecil—seperti mama-mama Papua—yang hanya mendambakan anak-anak mereka bisa bersekolah dengan tenang.

Setelah prosesi peluncuran agenda resmi dan penayangan film selesai, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi publik yang dipandu oleh moderator Denny Jekson. Diskusi interaktif ini menghadirkan tiga pemantik materi yang kompeten, yaitu Gamel (Jurnalis & Aktivis Lingkungan), Bahar Farawowan (Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Papua), serta Yehuda Hamokwarong, S.Pd., M.Sc. (Dosen Universitas Cenderawasih). Lewat kolaborasi pemikiran dari berbagai latar belakang ini, DPD PDI Perjuangan Papua berkomitmen untuk terus solid bergerak dalam satu rampak barisan demi memperjuangkan aspirasi dan harkat hidup masyarakat di tanah Papua.