Jelang Muktamar Jombang, NPF Akan Gelar Diskusi Publik “Otonomi Gagasan NU dari Timur”

0
41

Jayapura, Malanesianews,-  Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) Tahun 2026, The New Papua Foundation (NPF) Papua akan menggelar Diskusi Publik Online bertajuk “Muktamar NU 2026 dan Otonomi Gagasan dari Timur” dengan tema “Memperkuat Kemandirian Organisasi dan Peran Warga NU di Tanah Papua.” Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 26 Juli 2026, mulai pukul 15.00 WIT melalui platform Zoom Meeting.

Ceo & Founder NPF Papua, Baharudin Farawowan, mengatakan forum tersebut merupakan bagian dari komitmen NPF dalam menghadirkan ruang dialog publik yang konstruktif mengenai isu-isu strategis di Tanah Papua, termasuk penguatan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan.

Menurut Warga NU ini, Muktamar tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan organisasi, tetapi juga momentum untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan Nahdlatul Ulama di berbagai daerah, termasuk di enam provinsi di Tanah Papua.

“Papua tidak hanya ingin hadir sebagai peserta Muktamar, tetapi juga ingin menghadirkan gagasan. Dari Timur Indonesia harus lahir pemikiran-pemikiran yang dapat memperkaya perjalanan Nahdlatul Ulama di tingkat nasional. Itulah semangat yang kami sebut sebagai Otonomi Gagasan dari Timur,” ujar Baharudin di Jayapura, Selasa (22/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa diskusi tersebut akan menghadirkan sekitar delapan narasumber yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari kalangan Nahdlatul Ulama di Tanah Papua, Badan otonom dan Generasi Muda NU. Selain itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Pdt. Klemens Taran, S.Ag., diundang untuk menyampaikan Opening Speech sebagai bentuk dukungan terhadap ruang silaturahmi dan dialog yang inklusif.

Lebih lanjut, Baharudin menegaskan bahwa NPF Papua bukan merupakan bagian dari struktur maupun Badan Otonom Nahdlatul Ulama. Namun, NPF dibangun oleh sejumlah kader muda NU Papua, mantan aktivis badan otonom, akademisi, dan profesional yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan Papua serta penguatan organisasi kemasyarakatan dan Keagaamn.(MCS)