Jayapura,Malanesianews,- Kegiatan Jaring Aspirasi Masyarakat yang dipimpin Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Papua, Carel Suebu, di Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (30/6/2026), menghasilkan kesepakatan penting untuk mendorong penyelenggaraan Seminar Nasional Integrasi Penataan Kawasan Strategis Sentani sebagai langkah merumuskan kebijakan terpadu bagi masa depan kawasan Danau Sentani, Gunung Cycloop, dan Bandara Sentani.
Kegiatan yang berlangsung penuh dialog tersebut menghadirkan CEO & Founder New Papua Foundation(NPF), Dr. Baharudin Farawowan,S.H,M.H,CMLCserta Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Jayapura, Maurits Fele, sebagai narasumber. Hadir pula tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, akademisi, serta berbagai unsur masyarakat Kabupaten Jayapura yang menyampaikan beragam aspirasi mengenai persoalan lingkungan, tata ruang, pembangunan, hingga keselamatan penerbangan.
Dalam sambutannya, Carel Suebu menegaskan bahwa kegiatan jaring aspirasi merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi konstitusional DPD RI untuk menyerap secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Papua. Menurutnya, aspirasi tersebut akan menjadi bahan perjuangan di tingkat nasional melalui fungsi legislasi, pertimbangan, dan pengawasan yang dimiliki DPD RI.
Forum berlangsung dinamis dengan banyaknya pertanyaan dari peserta mengenai kondisi Danau Sentani yang semakin mengalami sedimentasi dan pencemaran, ancaman terhadap Cagar Alam Pegunungan Cycloop sebagai kawasan konservasi dan daerah tangkapan air, hingga persoalan keselamatan penerbangan Bandara Sentani akibat semakin berkembangnya pemanfaatan ruang di sekitar kawasan bandara.
Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, Baharudin Farawowan menyampaikan bahwa persoalan-persoalan tersebut sesungguhnya memiliki keterkaitan yang sangat erat sehingga tidak tepat jika terus diselesaikan secara sektoral.
Menurutnya, Danau Sentani, Gunung Cycloop, dan Bandara Sentani merupakan satu bentang kawasan strategis yang saling memengaruhi secara ekologis, tata ruang, sosial, ekonomi, dan keselamatan penerbangan. Karena itu, dibutuhkan pendekatan kebijakan yang terintegrasi agar setiap kebijakan pembangunan tidak saling bertentangan, melainkan saling memperkuat.
Sebagai respons atas berbagai aspirasi yang berkembang dalam forum, Baharudin Farawowan mengusulkan agar dilakukan Seminar Nasional yang secara khusus membahas integrasi penataan kawasan strategis Sentani. Usulan tersebut dimaksudkan sebagai wadah ilmiah dan forum kebijakan untuk mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat adat, akademisi, praktisi, dunia usaha, dan masyarakat sipil dalam merumuskan arah pembangunan kawasan Sentani secara berkelanjutan.
Gagasan tersebut mendapat sambutan positif dari peserta, narasumber, dan Anggota DPD RI. Setelah melalui diskusi bersama, forum akhirnya menyepakati usulan tersebut sebagai tindak lanjut resmi hasil kegiatan Jaring Aspirasi Masyarakat DPD RI. (MCS)



