
Jakarta, Malanesianews, – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) di Jakarta menerima kunjungan perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) New Papua Foundation (NPF) pada Rabu (5/8/2026). Kedatangan lembaga masyarakat sipil tersebut bertujuan menyerahkan surat rekomendasi resmi terkait proses pemilihan Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua periode 20262030 kepada Menteri Agama Republik Indonesia.
Surat rekomendasi bernomor 10/LSM.NPF/VIII/2026 itu ditujukan langsung kepada Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. sebagai bentuk partisipasi masyarakat sipil dalam memberikan masukan terhadap proses seleksi pimpinan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri di Papua.
Dalam surat tersebut, NPF menjelaskan bahwa rekomendasi diberikan setelah melakukan pemantauan dan kajian terhadap proses penjaringan bakal calon rektor, termasuk mencermati penyampaian visi, gagasan, serta komitmen para kandidat pada Diskusi Publik Online Pengurus dan Warga Nahdlatul Ulama se-Tanah Papua yang diselenggarakan pada 26 Juli 2026 dan dihadiri oleh perwakilan Kementerian Agama RI serta Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua.
Berdasarkan hasil kajian tersebut, NPF secara resmi menyampaikan dukungan penuh dan rekomendasi kepada Dr. Ade Yamin, M.A. sebagai Calon Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua Periode 20262030. Menurut NPF, rekomendasi tersebut didasarkan pada sejumlah pertimbangan objektif, antara lain visi pendidikan Islam yang inklusif dan adaptif terhadap karakteristik Papua, komitmen memperkuat nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dan sinergi Nahdlatul Ulama di Tanah Papua, kemampuan membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta integritas dan kapasitas manajerial yang dinilai mampu membawa IAIN Fattahul Muluk Papua menuju transformasi kelembagaan yang lebih maju.
CEO dan Founder New Papua Foundation, Dr. Baharudin Farawowan, S.H., M.H., CMLC, mengatakan perhatian NPF terhadap kemajuan IAIN Fattahul Muluk Papua bukanlah hal yang baru. Menurutnya, keprihatinan terhadap keterbatasan sarana dan prasarana kampus telah mendorong dirinya bersama NPF untuk melakukan audiensi dengan Menteri Agama Republik Indonesia pada 26 Februari 2026.
Dalam audiensi tersebut, kata Baharudin, NPF secara langsung menyampaikan harapan agar Kementerian Agama dapat membantu pembiayaan perluasan dan pengembangan Kampus IAIN Fattahul Muluk Papua sehingga mampu berkembang menjadi perguruan tinggi Islam yang lebih representatif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Papua.
Menurut Baharudin, pada kesempatan tersebut Menteri Agama merespons positif aspirasi yang disampaikan. Menteri Agama, lanjutnya, menyatakan kesiapan pemerintah untuk membantu pembiayaan pengembangan kampus dengan menunggu proposal pembangunan atau pengembangan yang diajukan secara resmi oleh pihak IAIN Fattahul Muluk Papua.
“Namun hingga hari ini, peluang tersebut menurut kami belum ditindaklanjuti secara optimal. Padahal komitmen dari pemerintah pusat sudah disampaikan secara terbuka. Kami berharap kepemimpinan rektor yang baru nantinya mampu membangun komunikasi yang lebih intensif sehingga peluang pengembangan kampus tersebut dapat segera diwujudkan,” ujar Baharudin.
Ia menambahkan, pemilihan rektor hendaknya tidak hanya berorientasi pada pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempercepat transformasi kelembagaan IAIN Fattahul Muluk Papua menuju kampus Islam yang unggul, modern, inklusif, serta memiliki daya saing nasional.
NPF meyakini bahwa di bawah kepemimpinan rektor yang memiliki visi kuat dan kemampuan membangun jejaring dengan pemerintah pusat, IAIN Fattahul Muluk Papua dapat berkembang menjadi pusat keunggulan (center of excellence) yang melahirkan generasi muda Papua yang unggul secara intelektual, matang secara spiritual, serta konsisten mengembangkan nilai-nilai moderasi beragama. Karena itu, NPF berharap rekomendasi yang telah disampaikan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi Menteri Agama RI dan Komite Seleksi dalam menentukan pimpinan baru IAIN Fattahul Muluk Papua periode 20262030.


