Diperingati Setiap tanggal 27 Agustus, Begini Sejarah hari Danau Se-dunia.

0
21
Danau Sentani Provinsi Papua, Indonesia

Jakarta, Malanesianews,- Momentum global untuk menjaga ekosistem perairan tawar kembali bergulir seiring dengan diperingatinya Hari Danau Sedunia (World Lake Day) pada tanggal 27 Agustus 2026. Peringatan tahun ini yang mengusung tema global “Healthy Lakes, Saving Generation” (Danau Sehat, Menyelamatkan Generasi) menjadi pengingat penting bagi masyarakat internasional mengenai sejarah panjang lahirnya hari perlindungan air tawar ini.

Sejarah mencatat bahwa gagasan awal penyelamatan danau secara kolektif telah dimulai sejak 27 Agustus 1984 melalui pelaksanaan World Lake Conference pertama di Prefektur Shiga, Jepang. Konferensi bersejarah di dekat Danau Biwa tersebut menjadi landasan kesadaran global bahwa nasib peradaban manusia sangat bergantung pada kelestarian danau yang menyimpan hampir 90% cadangan air tawar permukaan bumi.

Namun, butuh waktu dekade agar kepedulian ini diresmikan ke dalam kalender peringatan internasional. Pemerintah Indonesia mengambil peran krusial sebagai motor penggerak utama diplomasi lingkungan ini. Pada perhelatan World Water Forum ke-10 di Bali bulan Mei 2024, Indonesia secara resmi menginisiasi dan mengusulkan resolusi global untuk menetapkan Hari Danau Sedunia.

Langkah berani tersebut membuahkan hasil nyata pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-79. Tepat pada tanggal 12 Desember 2024, PBB mengadopsi Resolusi Majelis Umum A/RES/79/142 yang secara resmi menetapkan 27 Agustus sebagai Hari Danau Sedunia yang diperingati setiap tahunnya.

Pada peringatan di tahun 2026 ini, Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Isu Air, Retno Marsudi, bersama Kementerian Lingkungan Hidup RI menekankan bahwa perayaan ini harus melampaui seremoni belaka. Aksi nyata dari hulu hingga hilir sangat mendesak dilakukan mengingat ekosistem danau kini menghadapi ancaman berat akibat pencemaran, sedimentasi, dan perubahan iklim global.