BPOM Dukung Penuh Pengembangan dan Pengujian Klink Vaksin GX019N Di Indonesia

0
510

Jakarta, Malanesianews, – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendukung penuh uji klinik Perusahaan farmasi PT Kalbe Farma Tbk yang menggandeng Genexine dalam pengembangan vaksin Covid-19 yaitu GX-19N dan uji klinik fase 2b/3 dilakukan di Indonesia di akhir Juli.

Kepala BPOM Penny K Lukito menjelaskan, dalam rangka penanggulangan jangka panjang dan tindakan preventif maka tentunya aspek pengembangan berbagai jenis platform vaksin menjadi satu hal yang penting karena bisa mendukung program vaksinasi secepatnya.

“BPOM sebagai otoritas pengawas obat dan vaksin mendukung berbagai pengembangan vaksin dan obat untuk mendukung upaya kita bersama keluar dari pandemi Covid-19. Ini termasuk penelitian dan pengembangan vaksin Covid-19 GX-19N yang dilakukan Genexine yang menggandeng Perusahaan farmasi PT Kalbe Farma Tbk,” ujarnya saat mengisi konferensi virtual Kalbe Farma mengenai uji klinik GX-19N, Jumat (9/7).

Dalam penanggulangan Covid-19 di negara ini, dia mengakui, tentu membutuhkan kerja sama lintas sektor segenap komponen bangsa. Ini termasuk partisipasi yang aktif dari masyarakat untuk terlibat dalam vaksinasi yang sedang dikembangkan.

“Tentunya juga keterlibatan dunia penelitian dan pengembangannya dengan industri farmasi bekerja sama dalam negeri maupun luar negeri adalah sesuatu yang perlu kita dukung bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, uji klinik vaksin GX-19N fase 2b/3 di Indonesia jadi kebanggaan dan BPOM berkomitmen aktif mendampingi. Ia menambahkan, uji klinik vaksin ini tahap penting pengembangan vaksin. Kemudian BPOM mendapatkan data khasiat dan keamanan untuk memproses registrasi vaksin Covid-19 yang akan segera dilakukan.

“Kemudian kami melakukan analisa data. Dengan demikian, pelaksanaan uji klinik kami harapkan memenuhi aspek scientific dan menjunjung tinggi etika penelitian sesuai dengan pedoman cara uji klinik yang baik untuk memperoleh data yang valid dan tepat waktu,” katanya.

Penny mengimbau peneliti dan technical support unit hingga sponsor  uji klinik vaksin Covid-19 untuk memenuhi ketentuan agar manfaat uji klinik bisa menjadi dasar keputusan yang baik. Sebab, dia menambahkan, upaya ini untuk kepentingan masyarakat secara luas. Ini juga jadi salah satu ujung tombak untuk keluar dari pandemi Covid-19 secepatnya.

 

Artikulli paraprakPeringatan 45 Tahun Diluncurkanya Satelit Palapa A1 Milik Indonesia
Artikulli tjetërMelihat Lonjakan Kasus Covid-19, Uni Emirat Arab Larang WNI Masuk Kenegaranya Mulai 11 Juli
WWW.MALANESIA.NEWS
Perubahan sosial budaya yang terjadi di masyarakat menandai bahwa kehidupan sosial sejatinya dinamis. Kita sebagai individu senantiasa mengalami perubahan baik secara fisik maupun intelektualitas. Begitu pula dengan kumpulan individu beserta pola interaksinya yang disebut dengan masyarakat. Masyarakat selalu menginginkan perkembangan kehidupan ke arah yang lebih baik, seperti halnya Masyarakat adat di Kepulauan Kei Provinsi Maluku yang hidup dalam satu Ikatan Hukum Adat yaitu Hukum Larvul Ngabal. Namun demikian Masyarakat adat di Kepulauan Kei Provinsi Maluku masih di hadapkan dengan masalah-masalah mendasar seperti Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi ,Sosial Budaya dan kesejahteraan umum lainnya Untuk mengangkat dan memperjuangkan hak-hak dasar di atas maka Saudara Baharudin Farawowan memprakarsai pembentukan Lembaga Sosial Kemasyrakatan , Wadah yang di beri nama YAYASAN LENTERA EVAV atau yang di singkat YANTE. Yayasan Lentera Evav (YANTE) kemudian di daftarkan pada Notaris dan PPAT Hengki Tengko,SH tanggal 4 Desember 2009 di Langgur Kabupaten Maluku Tenggara dengan Pendiri Herlinda dan Baharudin Farawowan di percayakan menjadi Ketua YANTE.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini