Antuasias dan Keceriaan Anak-anak Kampung Koya Kosso Ikuti Program Si – Ipar

0
469

Jayapura, Malanesianews, – Polisi Republi Indonesia (Polri) ikut ambil bagian dalam meningkatkan Indek Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah Papua dalam sektor pendidikan melalu Program Si-Ipar (Polisi Pih Ajar). Kota Jayapura termasuk salah satu daerah pelaksanaan Si-Ipar Satgas Binmas Rasaka Cartenz 2023.

Satgas Binmas Rasaka Cartenz Kota Jayapura yang dipimpin AKP Heru Prasmono bersama personilnya menggelar Si-Ipar membina 7 anak di Kampung Koya Kosso, Distrik Abepura, Sabtu (8/7/2023) siang.

Analia, Juan, Maria, Babralina, Viktor, Okan dan Cisilia dengan ceria dan antusias mengikuti program Si-Ipar. Mereka menyimak dengan baik penyampaian materi dari Satgas Binmas sekitar 60 menit.

AKP Heru Prasmono mengatakan, host memberikan materi berupa cara membaca alphabet, gabungan huruf, menulis abjad maupun angka serta menghitung menggunakan poster dan alat tulis yang dibagikan kepada anak-anak.

“Anak-anak mengikuti kegiatan belajar dengan aktif dan ceria. Hal ini memacu kami selaku pelatih juga bersemangat membagikan ilmu bagi generasi muda di Kota Jayapura,” ungkapnya.

Ia juga menuturkan, proses belajar diselingi bermain dan bernyangi bersama. Tujuannya agar membangun suasana yang asik supaya anak-anak tidan merasa jenuh.

Kasatgas Humas Ops Satgas Rasaka Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo, SH, SIK, M.Kom mengatakan, program Si-Ipar merupakan salah satu upaya dari Satgas Rasaka Polda Papua membentu Pemerintah Daerah setempat dalam meningkatkan IPM, khususnya di bidang pendidikan.

(AIS)

Artikulli paraprakRST Rangkul Mama-mama Padagang OAP Melalui “Program RST Peduli”
Artikulli tjetërPemprov Papua Lepas 110 Siswa Penerima Beasiswa ADEM
WWW.MALANESIA.NEWS
Perubahan sosial budaya yang terjadi di masyarakat menandai bahwa kehidupan sosial sejatinya dinamis. Kita sebagai individu senantiasa mengalami perubahan baik secara fisik maupun intelektualitas. Begitu pula dengan kumpulan individu beserta pola interaksinya yang disebut dengan masyarakat. Masyarakat selalu menginginkan perkembangan kehidupan ke arah yang lebih baik, seperti halnya Masyarakat adat di Kepulauan Kei Provinsi Maluku yang hidup dalam satu Ikatan Hukum Adat yaitu Hukum Larvul Ngabal. Namun demikian Masyarakat adat di Kepulauan Kei Provinsi Maluku masih di hadapkan dengan masalah-masalah mendasar seperti Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi ,Sosial Budaya dan kesejahteraan umum lainnya Untuk mengangkat dan memperjuangkan hak-hak dasar di atas maka Saudara Baharudin Farawowan memprakarsai pembentukan Lembaga Sosial Kemasyrakatan , Wadah yang di beri nama YAYASAN LENTERA EVAV atau yang di singkat YANTE. Yayasan Lentera Evav (YANTE) kemudian di daftarkan pada Notaris dan PPAT Hengki Tengko,SH tanggal 4 Desember 2009 di Langgur Kabupaten Maluku Tenggara dengan Pendiri Herlinda dan Baharudin Farawowan di percayakan menjadi Ketua YANTE.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini