Jayapura, Malanesianews, – Pemerintah Provinsi Papua terus memperkuat konektivitas antarwilayah dengan menyiapkan pengoperasian kapal cepat Express Belibis 9 untuk melayani rute pelayaran Jayapura, Biak, dan Serui mulai Januari 2027. Kehadiran kapal cepat ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk memangkas keterisolasian wilayah pesisir serta menjawab kebutuhan masyarakat akan moda transportasi laut yang cepat, modern, dan aman.
Gubernur Papua Mathius Fakhiri beserta jajaran Pemprov Papua telah meninjau langsung kesiapan kapal cepat tersebut di Tanjung Pinang. Dalam uji coba kecepatan (sea trial), Express Belibis 9 mampu melaju hingga kecepatan maksimal 31 knot. Kecepatan ini diperkirakan dapat memangkas durasi perjalanan laut yang sebelumnya memakan waktu hingga 27–28 jam menjadi hanya sekitar 10 hingga 11 jam.
Secara spesifikasi, armada Express Belibis 9 memiliki kapasitas total mencapai 430 penumpang, yang terbagi dalam kelas eksekutif dan VIP. Kapal ini disokong oleh tiga unit mesin Caterpillar C32B berdaya 1.700 HP, menjadikannya salah satu armada laut berbasis teknologi modern terbaru yang dioperasikan di wilayah Indonesia timur. Progres pengerjaan kapal dilaporkan telah mencapai 99 persen dan dijadwalkan berlayar menuju Jayapura pada akhir tahun ini.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Mathius Hartono Wally, menyatakan bahwa pengoperasian kapal cepat ini merupakan bentuk sinergi dan komitmen nyata pemerintah dalam mendorong efisiensi mobilitas warga maupun distribusi barang antarkabupaten. Keterbatasan armada cepat di jalur perairan utara Papua selama ini menjadi tantangan utama yang menghambat pergerakan ekonomi lokal di wilayah kepulauan.
Langkah Pemprov Papua ini pun mendapat dukungan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) dan Bank Papua. Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, memberikan apresiasi atas realisasi program konektivitas ini dan berharap ekspansi rute pelayaran kapal cepat dapat terus diperluas ke daerah pesisir lainnya, seperti Mamberamo Raya hingga Waropen, guna menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru di Tanah Papua.



