Efisiensikan BUMN: Danantara Targetkan Laba Rp 334 Triliun Usai Tutup 700 Perusahaan

0
19

Jakarta, Malanesianews, – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) terus mengakselerasi pembenahan fundamental pada ekosistem Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Langkah strategis berupa program perampingan (streamlining) dengan target penutupan dan konsolidasi hingga 700 entitas BUMN dilakukan guna meningkatkan efisiensi operasional serta mengoptimalkan imbal hasil aset milik negara.

CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menyampaikan laporan pemangkasan tersebut saat Sidang Kabinet Paripurna bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan. Hingga saat ini, sebanyak 364 entitas perusahaan anak dan cucu BUMN telah berhasil dirampingkan dan ditutup. Langkah tegas pemangkasan struktur korporasi yang terlampau gemuk ini ditargetkan tuntas hingga akhir tahun guna memangkas beban biaya rutin.

Melalui percepatan program restrukturisasi ini, Danantara optimistis kinerja keuangan entitas pelat merah akan melonjak signifikan. Danantara menargetkan perolehan laba konsolidasi entitas BUMN dapat menembus angka Rp 334 triliun pada akhir tahun. Peningkatan profitabilitas ini diproyeksikan menjadi modal kuat untuk memperkokoh posisi finansial BUMN dalam mendukung pembangunan nasional.

Pemerintah memperkirakan penataan ulang struktur BUMN ini mampu menghemat anggaran negara hingga Rp 100 triliun. Penghematan tersebut bersumber dari efisiensi belanja operasional, penekanan pengeluaran rutin, hingga pemangkasan alokasi gaji direksi dan komisaris pada entitas yang tidak produktif. Dana hasil penghematan tersebut nantinya dialokasikan langsung untuk program-program kesejahteraan yang menyentuh masyarakat luas.

Selain fokus pada efisiensi internal, reformasi BUMN yang dikomandoi Danantara juga diimbangi dengan capaian realisasi investasi yang solid. Berdasarkan data realisasi investasi, pemerataan ekonomi tercermin dari porsi investasi di luar Pulau Jawa yang mencapai 51,8% (Rp 2.031 triliun), sementara Pulau Jawa menyerap 48,2% (Rp 1.892,2 triliun). Transformasi berkesinambungan ini diharapkan mewujudkan BUMN yang lebih sehat, kompetitif, dan berdaya saing global.